TERNATE, NUANSA – Pemerintah Kota Ternate bakal menghibahkan dua aset pelabuhan ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate. Dua aset yang akan dihibahkan adalah Pelabuhan Semut Mangga Dua dan Pelabuhan Penyeberangan Mayau di Pulau Batang Dua.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, dengan Kepala KSOP Kelas II Ternate, Rushan Muhammad, Selasa (10/3). Pertemuan itu juga dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Faisal Badaruddin dan Kabid Aset Salim Albaar.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan pertemuan dengan KSOP Kelas II Ternate ini membahas pembangunan dan operasional pelabuhan, baik dari dermaga Pelabuhan Semut dan Pelabuhan Mayau Batang Dua, termasuk Pelabuhan Dufa Dufa.
“Sehingga paling tidak ada anggaran dari APBN bisa dilakukan perbaikan atau penambahan pembangunan infrastruktur pelabuhan baik di dermaga Pelabuhan Semut dan Mayau Batang Dua. Karena kita akan menyerahkan aset kedua pelabuhan itu ke KSOP Ternate,” ucap Rizal.
Menurutnya, hibah pelabuhan ini dilakukan untuk mempermudah Kementerian Perhubungan dalam mengalokasikan anggaran renovasi atau pembangunan sarana prasarana pelabuhan.
“Karena Pelabuhan Semut Mangga Dua dan Mayau Batang Dua itu kita tinggal melengkapi administrasinya saja untuk penyerahan aset ke KSOP Ternate,” jelas Rizal.
Untuk pelabuhan Dufa Dufa, Rizal menambahkan, sesuai rekomendasi KSOP, hanya pada tahap pelebaran dermaga.
“Kalau sudah diperlebar 4 meter ke arah laut, maka KSOP Ternate akan menambah kapal-kapal berukuran besar atau kapal perintis untuk bersandar di Pelabuhan Dufa Dufa,” katanya.
Sementara itu, Kepala KSOP Kelas II Ternate, Rushan Muhammad, menjelaskan status kepemilikan aset selama ini menjadi penghambat utama pembangunan. Sesuai regulasi, anggaran pusat tidak dapat dikucurkan jika lahan pelabuhan masih tercatat sebagai aset pemerintah daerah.
“Jika aset ini sudah dihibahkan, maka pengembangan kawasan bisa menggunakan anggaran pusat. KSOP akan fokus pada keselamatan dan keamanan pelayaran, sementara pengelolaan bisnisnya tetap bisa diatur Pemkot melalui Badan Usaha Pelabuhan (BUP),” ungkap Rushan.
Penyerahan lahan Pelabuhan Mangga Dua ini juga merupakan tindak lanjut dari surat yang diajukan oleh mendiang wali kota sebelumnya, Burhan Abdurahman.
Selain Pelabuhan Semut, fokus utama hibah ini adalah Pelabuhan Mayau di Kecamatan Batang Dua. Rushan membeberkan kondisi miris di wilayah tersebut, di mana warga masih harus menggunakan perahu kecil untuk mencapai kapal besar karena ketiadaan dermaga yang memadai.
“Setiap kapal tiba di Mayau, mereka harus berlabuh di tengah laut. Penumpang terpaksa naik perahu kecil dulu untuk ke kapal. Ini sangat menyulitkan dan berbahaya bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga melirik potensi pengembangan Pelabuhan Dufa Dufa. Rencananya, pelabuhan di wilayah utara Ternate ini akan dilebarkan sekitar empat meter ke arah laut agar bisa disandari kapal berukuran besar.
Jika rencana ini terealisasi, arus transportasi dari Pelabuhan Bastiong dapat dialihkan sebagian ke wilayah utara untuk memecah kepadatan sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di kawasan Dufa Dufa. (udi/tan)
