TERNATE, NUANSA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, berkeinginan besar agar nelayan di Maluku Utara bisa mandiri dan naik kelas. Hal ini disampaikan setelah menghadiri sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada nelayan yang dilaksanakan di Aula SMA N 5 Ternate, Jumat (6/2).
Menurut Sherly, tujuan kegiatan sosialisasi yang dilakukan ini untuk membantu para nelayan Provinsi Maluku Utara khususnya di Kota Ternate agar menjadi nelayan yang dari bertahan menjadi berkembang, dari bergantung menjadi mandiri dan dari informal menjadi profesional.
Sherly menegaskan, pemerintah hanya bertindak sebagai regulator dan fasilitator untuk nelayan melalui kolaborasi dan sinergi program antara Pemprov bersama PT Bank BRI sebagai upaya permodalan bagi nelayan melalui KUR.
“Maluku Utara ini ada 36 ribu nelayan, dan setiap tahun ada sekitar 200 kapal yang diberikan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan,” ujar Sherly.
Melalui sosialisasi ini, Sherly berharap ke depannya nelayan Maluku Utara lebih mandiri lagi, terutama dalam pola manajemennya.
“Pemrov hanya membantu mesin 15 PK, sedangkan untuk kapal nelayan bisa melalui KUR, begitu juga bagi nelayan yang tidak memiliki mesin, maka kapal juga melalui KUR,” ujar Sherly.
Untuk pinjaman KUR sendiri di angka Rp35 juta cicilan perbulan Rp600 ribu, untuk Rp40 juta cicilan perbulan Rp700 ribu dan Rp50 juta cicilannya Rp900 ribu perbulan.
Kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Sekprov Malut Samsuddin A Kadir, Kepala Cabang BRI Ternate Agus Asryad, Kepala Cabang Yamaha Marine Fekky Tombinawa, GM Suzuki Marine, Ade Nasrullah dan sejumlah pimpinan OPD Malut. (tan)
