TERNATE, NUANSA – Pemerintah Kota Ternate menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah daerah di seluruh Indonesia membenahi kota agar bersih dan bebas dari sampah.
Arahan tersebut direspons melalui pertemuan antara Pemkot Ternate dan seluruh satuan tugas (satgas) sampah kelurahan untuk membahas kebersihan lingkungan pada Kamis (12/2) besok.
Pertemuan ini dihadiri Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman, Sekretaris Daerah Rizal Marsaoly, para pimpinan OPD, camat dan lurah, bertempat di Benteng Oranje, Rabu (11/2).
Wali Kota Ternate menyampaikan, seluruh daerah di Indonesia telah diinstruksikan oleh Presiden Prabowo untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih kota, dan Pemkot tetap proaktif bersama masyarakat melaksanakan kegiatan tersebut.
Tauhid mengatakan, pesan Presiden menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tak lagi bisa ditangani secara parsial, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama lintas sektor.
“Arahan Presiden bahwa daerah-daerah menjadi wisata, fasilitas umum, fasilitas sosial itu harus bebas bersih dari sampah, karena penekanan ini penting yang diberikan pemerintah daerah, TNI maupun Polri,” ujar Tauhid.
Sehingga itu, Tauhid menekankan mulai besok dan seterusnya pihaknya akan rutin melaksanakan kegiatan ‘Sigofi Gam’. Salah satu mitra pentingnya adalah satgas kebersihan yang ada di seluruh kelurahan Kota Ternate.
“Memasuki bulan suci Ramadan, aktivitas masyarakat justru meningkat, sehingga diharapkan pengendalian sampah tetap berjalan maksimal, apalagi peningkatan produktivitas sampah selama bulan puasa makin meningkat,” ucap Tauhid.
Tauhid berharap, satgas sampah bekerja lebih maksimal, sehingga Kota Ternate menjadi kota yang nyaman dan bersih dari sampah.
“Kami akan berupaya memperhatikan kerja-kerja buruh sampah dan sarana pendukung seperti jalan, penerangan lampu jalan dan air bersih terutama saat berada di trans depo,” ujar Tauhid.
Tauhid juga meminta camat dan lurah memberikan perhatian serius, terutama permintaan fasilitas satgas di Kecamatan Ternate Utara dan Selatan.
“Camat harus secepatnya mendata ulang terkait kondisi armada viar, apakah masih layak atau mengalami kerusakan, sehingga ada perhatian untuk dilakukan perbaikan. Kemudian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga harus mendukung kerja-kerja satgas kelurahan, karena kerja sama dinas dan satgas sangat penting,” tandasnya. (udi/tan)
