google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Daerah  

DKP Morotai Optimis Capai Target PAD 2026

Jhon F Tiala. (Zunajar/NMG)

DARUBA, NUANSA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai memastikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat di tahun 2026. Hal ini ditegaskan Plt Kepala DKP Morotai, Jhon F Tiala, saat dikonfirmasi, Senin (23/2). Ia menegaskan pihaknya akan memaksimalkan pengelolaan potensi perikanan di Pulau Morotai dalam menunjang PAD.

Jhon memaparkan sejumlah langkah yang bakal diambil oleh DKP Morotai sebagai upaya optimalisasi sektor perikanan. Menurutnya, tak hanya sewa dan retribusi sarana dan prasarana yang sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu, DKP Morotai juga akan memaksimalkan biaya retribusi hasil laut Morotai yang akan dibawa dari Pulau Morotai.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Selain itu, kami juga akan menagih di kapal-kapal penampung yang ada di Morotai, seperti sekarang yang ada di Desa Daeo,” kata Jhon kepada Nuansa Media Grup (NMG).

Jhon menerangkan bahwa pihaknya juga tengah mengusulkan akan membuka ruang kerja sama dengan sejumlah pengusaha asal Bitung, Sulawesi Utara, untuk mendatangkan kapal penangkap ikan. Namun begitu, Jhon menegaskan, Pemkab Morotai juga menetapkan sejumlah persyaratan untuk para pengusaha asal Bitung tersebut. Di mana, keterlibatan warga lokal sebagai tenaga kerja merupakan prioritas utama.

“Mungkin di 2026 ini, seperti yang sudah saya sampaikan ke bupati bahwa kami berusaha bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha Bitung untuk datangkan dorang punya kapal-kapal penangkap itu dengan persyaratan harus pekerjakan masyarakat Morotai paling tidak 50 persen di antaranya dan hasil tangkapan itu tidak boleh dibawa ke Bitung, tapi harus didaratkan di Morotai,” terangnya.

Selain itu, Jhon menuturkan bahwa dengan adanya satu perusahaan baru yang membeli ikan tuna, daya produksi tuna Morotai juga akan meningkat. Dengan begitu, pendapatan baik untuk daerah (PAD) maupun untuk nelayan pun akan meningkat.

“Kami optimis bahwa ketika adanya perusahaan baru ini, kalau kemarin kan hanya PT Harta Samudera, sekarang sudah ada dua, jadi dengan adanya dua perusahaan ini pasti ada persaingan di antaranya. Sehingga, akan ada peningkatan retribusi atau PAD Morotai juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jhon mengatakan bahwa pihaknya tengah menunggu besaran target PAD sektor perikanan yang ditetapkan oleh pihak BPKAD Morotai. Ia mengaku, di tahun kemarin, capaian PAD di Dinas Kelautan dan Perikanan Morotai mencapai Rp2.050.000.000 dari target yang ditetapkan sebesar Rp3 miliar.

“Kalau kemarin kami dari Rp3 miliar yang ditargetkan, yang dicapai sekitar Rp2 miliar. Untuk tahun ini kami berusaha untuk melebihi dari capaian itu,” pungkasnya. (ula/tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version