Gubernur Maluku Utara Dorong Skill Penerima RTLH

TIDORE, NUANSA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, meninjau program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Senin (2/3).

Dalam kunjungan tersebut, Sherly didampingi Kepala Disperkim Maluku Utara, Musrifah Alhadar. Rombongan pemerintah provinsi disambut warga dan penerima bantuan.

Sherly berdialog dengan sejumlah kepala keluarga penerima RTLH. Ia menanyakan kondisi pekerjaan, penghasilan, hingga pendidikan anak-anak mereka.

Dari dialog itu terungkap sebagian besar penerima bantuan belum memiliki keterampilan tetap untuk menunjang penghasilan bulanan. Rata-rata bekerja sebagai pekebun di lahan milik orang lain dengan pendapatan tidak menentu.

“Setelah membangun rumah, ternyata banyak kepala keluarga yang belum punya keterampilan. Rata-rata hanya berkebun dan itu pun di lahan milik orang. Pendapatan sekitar Rp1 juta, bahkan ada yang tidak memiliki penghasilan tetap per bulan,” ujar Sherly.

Menurut dia, pembangunan fisik rumah perlu dibarengi penguatan ekonomi keluarga agar bantuan tidak berhenti pada aspek hunian semata, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan melakukan verifikasi dan pendataan ulang terhadap penerima bantuan untuk diarahkan mengikuti pelatihan kerja.

“Kita verifikasi, terutama yang bisa diarahkan menjadi tukang bangunan. Diberi keterampilan supaya ada pekerjaan dan penghasilan bulanan,” kata dia.

Selain persoalan ekonomi, Sherly juga menanggapi keluhan terkait fasilitas rumah, seperti ukuran dapur yang dinilai kecil. Ia menjelaskan dapur telah tersedia dalam desain awal, namun kebutuhan setiap keluarga berbeda.

“Dapur ada, hanya saja mereka merasa ukurannya kecil. Untuk kekurangannya, yang perlu dibantu adalah pemasangan listrik dan air,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan, Falem Urep, mengaku bersyukur atas rumah baru yang kini ditempati bersama keluarganya. Sebelumnya, ia tinggal di rumah berdinding papan dan beratap rumbia dalam kondisi tidak layak huni.

Rumah tersebut juga berdiri di atas tanah milik orang lain. Kini, ia menempati rumah permanen di atas tanah milik sendiri.

“Kita sangat bersyukur sudah dapat bantuan. Terima kasih, Ibu Gubernur,” ucapnya. (tan)