SOFIFI, NUANSA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, turun langsung melayani warga dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Bundaran Kilometer 40, Sofifi, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Senin (2/3).
Kehadiran gubernur perempuan pertama di Maluku Utara itu disambut antusias warga. Bahkan sebelum tiba di tenda utama, Sherly sudah dikerumuni masyarakat yang meminta bersalaman dan berfoto bersama. Ia tetap melayani permintaan swafoto sambil berjalan menuju lokasi penjualan.
Dalam kegiatan tersebut, Sherly didampingi Wakil Gubernur Sarbin Sehe dan istrinya. Gerakan Pangan Murah digelar bertepatan dengan pelaksanaan Kampung Ramadan yang dipusatkan di lokasi tersebut.
Sebelum meninjau lapak penjualan, Sherly berdialog dengan sejumlah ibu rumah tangga yang telah mengantre. Warga menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari belum tersentuhnya bantuan peralatan usaha bagi pedagang kecil hingga kondisi jalan Pasar Galala di Desa Galala yang rusak dan dinilai menghambat aktivitas ekonomi.
Menanggapi hal itu, Sherly meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera mendata pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan bantuan. Ia juga memastikan perbaikan jalan di Galala akan dilakukan tahun ini.
Kepada wartawan, Sherly menjelaskan harga paket sembako dalam program tersebut telah disubsidi pemerintah.
“Harga normal paket Rp160.000, masyarakat cukup membayar Rp50.000. Ini dibantu oleh Bulog dan Badan Pangan Nasional,” ujarnya.
Komoditas yang dijual antara lain beras SPHP seharga Rp12.000 per kilogram, beras premium di bawah harga pasaran yang saat ini berkisar Rp19.000–Rp20.000 per kilogram, serta minyak goreng dengan harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter.
Menurut dia, intervensi harga dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan.
Usai meninjau Gerakan Pangan Murah, Sherly bersama rombongan berkeliling area Kampung Ramadan. Ia menyebut konsep kegiatan tahun ini dibuat terpusat agar pedagang tidak lagi berjualan di bahu jalan.
“Supaya tertata dan tidak semrawut di pinggir jalan, semua pedagang masuk ke satu titik,” kata Sherly.
Berdasarkan laporan sementara, rata-rata pedagang meraih omzet Rp300.000 hingga Rp500.000 per hari sejak hari pertama pembukaan.
Pemerintah provinsi juga berjanji melengkapi fasilitas pendukung, termasuk penyediaan toilet umum yang sebelumnya dikeluhkan warga belum tersedia.
Gerakan Pangan Murah menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama Ramadan. (tan)












