Safari Ramadan di Sofifi, Gubernur Sherly Pastikan Kesejahteraan ASN dan UMKM

SOFIFI, NUANSA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengawali agenda Safari Ramadan perdana dengan melakukan jamuan makan malam bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, jajaran Forkopimda dan masyarakat, Senin (2/3), di Kampung Ramadan taman Sultan Tidore, Sofifi.

Agenda ini menjadi momentum penting dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) Pemprov Malut ke seluruh kabupaten/kota menjelang Idulfitri.

Sebelum acara jamuan makan malam bersama, Wagub Sarbin didampingi Sekretaris Provinsi Samsuddin Abdul Kadir melakukan buka puasa bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD serta masyarakat, dengan menghadirkan penceramah Ustaz Muhammad Nur.

Agenda Safari Ramadan Pemprov Malut dan GPM ini akan menyisir seluruh kabupaten/kota, yang telah dimulai dari Morotai, Halmahera Utara dan Sofifi. Akan berlangsung juga di Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Tidore, Sula, Taliabu, dan berakhir di Kota Ternate.

Untuk diketahui, sebelum melakukan rangkaian batal puasa dan makan malam bersama, Gubernur Sherly meninjau langsung puluhan tenant UMKM Kampung Ramadan di lokasi acara GPM Sofifi. Ia mencatat adanya dampak ekonomi positif dengan rata-rata pendapatan pedagang mencapai Rp500 sampai Rp900 ribu perhari.

“Saya sudah survei langsung, pendapatan rata-rata UMKM di sini berkisar antara Rp500 hingga Rp900 ribu per hari. Dengan estimasi omzet minimal Rp15 juta sebulan, ini menjadi modal yang sangat baik bagi pelaku usaha dalam menyambut lebaran,” ungkap Sherly.

Lanjutnya, Pemprov Malut berkomitmen menjadikan perhelatan kampung Ramadan tahun ini sebagai bahan evaluasi. Jika saat ini diikuti oleh 30 tenant, pemerintah menargetkan partisipasi yang lebih besar dan fasilitas yang lebih representatif pada tahun mendatang.

Selain fokus pada sentra pertumbuhan ekonomi, gubernur menekankan pentingnya menjaga etos kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN ) di bulan Ramadan ini. Ia mengingatkan agar ibadah puasa tidak menjadi alasan menurunnya produktivitas, terutama memasuki fase pertengahan Ramadan.

“Jangan banyak timbus (tidur sore menunggu buka). Produktivitas harus tetap terjaga,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kesejahteraan, Pemprov Maluku Utara mengambil kebijakan percepatan pencairan hak ASN berupa Gaji Maret yang telah dicairkan pada minggu terakhir Februari lalu.

“TPP Januari-Februari dijadwalkan cair pada minggu ini. Langkah ini diambil bersama wagub, guna memastikan ASN memiliki kesiapan dana lebih awal untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri,” jelasnya.

Sebagai penutup acara, dilakukan pembagian perlengkapan salat (mukena, koko dan sarung), kepada beberapa orang pengurus masjid dan alat musik rebana kepada kelompok masyarakat.

Pemberian rebana ini juga merupakan stimulan menuju Festival Rebana tingkat provinsi yang direncanakan bakal digelar pada April atau Mei mendatang pascaidulfitri. (tan)