JAILOLO, NUANSA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat menggelar Rapat Paripurna II Masa Sidang I Tahun 2026, Senin (2/3). Paripurna tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Barat.
Momentum ini ditegaskan bukan sekadar seremonial, melainkan sarana refleksi atas perjalanan sejarah dan capaian otonomi daerah.
Rapat yang berlangsung khidmat di gedung DPRD ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Halbar, Ibnu Saud Kadim, didampingi Wakil Ketua I Rustam Fabanyo dan Wakil Ketua II Herman Sidete. Turut hadir Bupati James Uang, Wakil Bupati Djufri Muhamad, Sultan Jailolo Ahmad Syah, unsur Forkopimda, serta jajaran pimpinan OPD.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Ibnu Saud Kadim menekankan bahwa usia 23 tahun adalah perjalanan panjang dalam membangun kemandirian daerah. Meski berbagai capaian infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan telah terlihat, ia mengingatkan adanya tantangan besar yang masih menanti.
“Momentum hari jadi ini hendaknya menjadi sarana introspeksi. Sejauh mana kebijakan kita telah menjawab kebutuhan masyarakat paling bawah? Pertanyaan ini harus menjadi bahan evaluasi bersama,” tegas politikus Partai Demokrat tersebut.
Ibnu juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif. Menurutnya, fungsi penganggaran dan pengawasan DPRD harus berjalan seimbang demi memastikan program pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat.
Senada dengan itu, Bupati Halmahera Barat James Uang memaparkan kilas balik perjuangan pembentukan kabupaten. Ia menyebut deklarasi di Balai Desa Guemaadu pada 1998 dan pengesahan UU Nomor 1 Tahun 2003 sebagai tonggak sejarah yang harus dijaga marwahnya.
“Kita mengenang jasa para pendahulu, mulai dari almarhum Gahral Syah, Namto Hui Roba, hingga Danny Missi. Perjuangan mereka adalah amanah bagi kita untuk terus mendorong pembangunan meski di tengah keterbatasan,” ujar James.
Di akhir pidatonya, James mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merawat persatuan dan integritas. Ia berharap harmoni yang telah dirintis para tokoh pemekaran tidak terpecah oleh perbedaan, demi kemajuan Halmahera Barat di masa depan. (adi/tan)












