TOBELO, NUANSA – Ratusan aparat gabungan TNI-Polri bersiaga di lokasi bentrokan antarwarga Desa Kira dan Duma, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara. Pengamanan yang dipimpin Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, ini sebagai upaya mengantisipasi potensi bentrok susulan.
Dalam pengamanan tersebut, Kapolres Halut bersama Dandim 1508 Tobelo Letkol Inf Alex Donald M.L.Gaol, serta melibatkan personel gabungan TNI–Polri guna mencegah meluasnya konflik dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Sekitar pukul 00.50 WIT, Kapolres langsung melakukan apel pengecekan personel. Setelah melakukan apel pengecekan kemudian Kapolres membagi personel agar memerintahkan dilakukan penyisiran di kedua desa, terutama warga yang masih berkeliaran di luar rumah.
Dalam penyisiran tersebut, ditemukan dua warga Desa Kira masih berkeliaran di sekitar TKP sambil membawa sajam (parang), kemudian kedua warga tersebut diamankan di Pos Pam Desa Duma untuk dimintai keterangan.
Patroli dan penyisiran dilanjutkan pada pukul 04.15, situasi aman terkendali. Pukul 07.10 WIT, Kapolres memimpin apel pagi dan memberikan arahan untuk melaksanakan penyisiran di rumah warga yang memiliki senapan angin dan katapel.
Kapolres Halut melalui Kasi Humas IPTU Hopni Saribu menjelaskan bahwa aparat keamanan dikerahkan secara maksimal untuk mengendalikan situasi di lokasi konflik.
“Pengamanan dilakukan untuk mencegah eskalasi kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Personel gabungan disiagakan di sejumlah titik rawan serta melaksanakan patroli guna memantau pergerakan massa,” ujar Hopni, Selasa (31/3).
Ia menambahkan, selain pengamanan terbuka dan tertutup, aparat juga melakukan langkah-langkah penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab bentrokan, sekaligus mendukung upaya rekonsiliasi melalui pendekatan persuasif bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.
“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan cara-cara humanis dan tidak represif, agar situasi dapat segera dikendalikan dan masyarakat kembali beraktivitas dengan aman,” jelasnya.
Dalam pengamanan tersebut, sebanyak 200 lebih personel gabungan dikerahkan, terdiri dari personel Polri, TNI, dan Brimob Pelopor Batalyon C Tobelo. Personel gabungan ditempatkan pada beberapa titik, guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Hingga saat ini, situasi di Desa Kira dan Duma dilaporkan berangsur kondusif. Meski begitu, aparat keamanan masih siaga di perbatasan Desa Kira dan Duma. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi bentrokan susulan. (fnc/tan)
