TERNATE, NUANSA – Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama manajemen Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (1/4). Kolaborasi ini difasilitasi oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesi (APEKSI).
“Poin penting dalam penandatanganan ini yaitu terkait dengan promosi wisata yang sudah disepakati bersama. Kita membagi sedemikian rupa semua potensi dan akan terekspos melalui kesempatan promosi baik Ternate maupun Tidore,” ujar Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman.
Tauhid menjelaskan, fokus utama dari kerja sama ini adalah mengeksplorasi potensi wisata, alam, budaya, kuliner, hingga peluang investasi melalui platform promosi yang disediakan oleh Hotel Borobudur.
“Promosi ini termasuk investasi yang kemungkinan bisa dilakukan oleh pihak luar. Sebagai contoh, Ternate memiliki potensi sejarah, kemudian Tidore maritimnya dan nanti digabungkan menjadi kekuatan bersama,” ujar Tauhid.
“Jadi, dua kota ini sama-sama maju dan pasti kami libatkan komunitas kreatif yang akan menawarkan paket kebijakan melalui donor atau kementerian sehingga kami berharap momen satu bulan lebih ini melahirkan kebijakan yang didiskusikan terutama tokoh utama Maluku Utara,” ucap Tauhid menambahkan.
Wali Kota Tidore, Muhammad Senen, menekankan promosi ini untuk ‘menjual’ potensi wisata maupun maritim dalam memperkuat ekonomi kedua daerah tersebut.
“Kolaborasi dua kota ini tujuannya untuk pengembangan perputaran ekonomi. Untuk Tidore, akan mempromosi Pulau Maitara, Pulau Woda, Pulau Mare dan Filonga. Di Pulau Mare, misalnya, ada ikan lumba-lumba dan ini perlu dikembangkan. Karena potensi ini belum terekspos secara luas, sehingga lewat kegiatan ini orang bisa tahu. Target kami masuk internasional serta ada umpan balik ke daerah secara berkelanjutan,” sambungnya.
Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menyebutkan tidak banyak kota punya karakter yang kuat seperti Ternate dan Tidore dari segi sejarah.
“Meski transfer keuangan (TKD) dipotong, tidak boleh kehilangan kreativitas. Sehingga dua kota ini menjadi contoh kolaborasi yang bertujuan mendatangkan investor, bukan hanya pariwisata dan UMKM yang mengglobal, tapi masuk hotel Borobudur yang Internasional,” ujarnya. (udi/tan)












