JAILOLO, NUANSA – Konektivitas wilayah pesisir di Kabupaten Halmahera Barat segera memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat memastikan Pelabuhan Laut Dodinga direncanakan mulai beroperasi secara komersial pada Mei 2026 mendatang.
Kepastian ini diperoleh usai digelarnya rapat evaluasi teknis yang melibatkan otoritas pelabuhan, operator pelayaran, dan pemangku kepentingan terkait lainnya. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Halbar, Bustamin, bersama Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim, Senin (13/4).
Dalam pertemuan tersebut, pihak Dishub dan UPP Jailolo menyepakati kesiapan infrastruktur serta regulasi operasional. Turut hadir perwakilan PT Zakira Karya Bersama, perusahaan pelayaran yang berkomitmen mengoperasikan armada kapal cepat (fastcraft) untuk trayek Dodinga–Ternate (PP).
Kepala Dinas Perhubungan Halbar, Bustamin, menegaskan bahwa kehadiran pelabuhan ini merupakan wujud nyata pemenuhan hak masyarakat atas akses transportasi laut yang layak dan terjangkau.
“Dengan beroperasinya Pelabuhan Laut Dodinga, kami berharap layanan transportasi laut menjadi semakin dekat, khususnya bagi masyarakat di kawasan Kecamatan Jailolo Selatan,” ujar Bustamin.
Lebih lanjut, Bustamin menjelaskan bahwa Desa Dodinga memiliki posisi strategis sebagai titik temu moda transportasi darat dan laut. Lokasi ini dinilai berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menghubungkan berbagai wilayah administratif di Maluku Utara.
Keberadaan pelabuhan ini diharapkan tidak hanya melayani warga Halmahera Barat, tetapi juga menjadi solusi mobilitas bagi penduduk dari Kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Utara, hingga Kota Tidore Kepulauan yang ingin menuju Kota Ternate.
“Kita ingin Dodinga menjadi simpul strategis yang mendorong roda perekonomian daerah. Konektivitas yang baik akan mempercepat distribusi barang dan membuka peluang investasi baru,” tambahnya.
Saat ini, seluruh pihak terkait tengah memacu persiapan akhir menjelang target operasional satu bulan ke depan. Kehadiran layanan kapal cepat di rute ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan serta menekan biaya logistik yang selama ini menjadi beban masyarakat.
Dengan efisiensi transportasi tersebut, Pelabuhan Dodinga diharapkan menjadi urat nadi baru yang memperlancar arus penumpang dan barang menuju pusat kegiatan ekonomi utama di Maluku Utara. (adi)












