JAILOLO, NUANSA – Hi Imrat Idrus resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Halmahera Barat periode 2026–2029. Keputusan ini ditetapkan melalui Sidang Pleno Musyawarah Lokal (Muslok) ke-V yang digelar di Kantor Kecamatan Jailolo, Jumat (17/4).
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Ketua ORARI Daerah Maluku Utara, M Natsir Arsyad, ini menandai berakhirnya masa vakum organisasi tersebut di wilayah Halmahera Barat. Muslok ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Halmahera Barat, Julius Marau, mewakili Bupati.
Dalam sambutannya, Julius menekankan pentingnya peran ORARI sebagai mitra strategis pemerintah, terutama mengingat posisi geografis Halmahera Barat yang rawan bencana alam seperti letusan gunung api dan gempa bumi. Menurutnya, radio amatir adalah jalur komunikasi paling krusial saat jaringan seluler atau internet lumpuh.
“Harapan pemerintah daerah, organisasi ini dihidupkan kembali agar menjadi wadah komunikasi yang tangguh. Saat kondisi darurat, ORARI adalah alternatif komunikasi yang sangat penting bagi kita,” ujar Julius.
Ia juga menitipkan pesan kepada pengurus baru untuk memprioritaskan pembenahan infrastruktur, terutama pengadaan repeater (pancar ulang) di wilayah rawan seperti Kecamatan Ibu. Pengalaman erupsi gunung beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting karena koordinasi ke Jailolo sempat terkendala akibat minimnya perangkat tersebut.
Usai terpilih, Imrat Idrus menegaskan komitmennya untuk segera melakukan konsolidasi internal. Langkah awal yang akan diambil adalah membenahi status keanggotaan yang banyak tidak aktif akibat masa berlaku izin (callsign) yang habis.
Hal ini dilakukan guna menghidupkan kembali semangat para amatir radio, sehingga pengurus baru berencana menggandeng ORARI Daerah dan Lokal Monitoring Ternate (Kementerian Komdigi) untuk melaksanakan Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) langsung di Jailolo.
“Kami ingin melaksanakan UNAR di Halbar untuk memperpendek jarak dan mengurangi biaya bagi calon anggota atau anggota lama yang ingin aktif kembali. Potensi anggota kita mencapai ribuan sejak era 2000-an, ini yang akan kita rangkul kembali,” kata Imrat.
Ia juga menambahkan bahwa fokus kepengurusannya adalah mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam misi kemanusiaan.
“Intinya, organisasi ini adalah wadah hobi yang didedikasikan untuk kepentingan masyarakat dan kemanusiaan,” pungkasnya. (adi/tan)
