Pemprov Dukung Penuh KKN Mahasiswa UGM di Maluku Utara 

TERNATE, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Fachruddin Tukuboya, menerima audiensi dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (22/4).

Audiensi yang dipusatkan dari kediaman Wakil Gubernur eks Crysant, Ternate, ini dihadiri perwakilan mahasiswa KKN UGM 2026 yang dipimpin Mas Ariq Nur Ardiansyah, serta Virga Dwi Efendi selaku dosen pembimbing lapangan KKN-PPM UGM.

Audiensi ini dimaksudkan sebagai sarana bersilaturahmi sekaligus memaparkan rencana program kerja yang akan mereka laksanakan di wilayah Kabupaten Pulau Morotai. Selain itu, tim KKN UGM berharap dapat memperoleh arahan serta dukungan dari Pemprov Malut guna menunjang keberhasilan pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang diusung.

Pertemuan membahas rencana pelaksanaan KKN UGM tahun 2026 yang akan ditempatkan di lima lokasi di Maluku Utara, yakni Pulau Morotai, Ternate, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, dan Bacan.

Dalam paparannya, tim UGM menyampaikan sejumlah program unggulan untuk Kabupaten Pulau Morotai. Salah satunya program “360 Tour Virtual” yang berfokus pada dokumentasi dan pemetaan potensi pariwisata melalui videografi untuk dipublikasikan dan dikerjasamakan dengan pelaku pariwisata lokal.

Tim KKN UGM juga memohon dukungan keterlibatan dalam event nasional Marquest yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Selain itu, mereka mengusulkan adanya surat pengantar resmi dari Pemprov Maluku Utara untuk memperkuat koordinasi dengan mitra lokal dan Kementerian Pariwisata.

Menanggapi hal tersebut, Staf Ahli Gubernur Fachruddin Tukuboya menyatakan kesiapan Pemprov untuk memfasilitasi koordinasi dengan dinas-dinas terkait, termasuk Dinas Pariwisata, Perikanan, dan Pemberdayaan Masyarakat.

“Informasinya harus lebih awal disampaikan ke protokol agar bisa mendesain agendanya. Setelah ini akan saya komunikasikan langsung dengan pihak terkait. Untuk kebutuhan administrasi dan surat-menyurat, akan difasilitasi melalui dinas teknis sesuai sektor programnya. Prinsipnya Pemprov mendukung penuh kegiatan adik-adik mahasiswa,” ujar Fachruddin melalui Zoom.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam event nasional seperti Marquest dinilai sangat positif.

“Saya secara pribadi sangat memberikan dukungan. Apalagi jika mahasiswa bisa membantu upgrade standar event dan melakukan pemberdayaan di level lokal. Tantangannya adalah melakukan pendekatan yang baik dengan pemerintah kabupaten, karena peran utama pemberdayaan ada di lapangan,” tegasnya.

Fachruddin juga mengingatkan agar waktu kedatangan mahasiswa KKN dipertimbangkan matang. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa yang tiba di Ternate biasanya langsung diberangkatkan ke Morotai pada sore hari dengan perjalanan laut sekitar satu hari. Karena itu, koordinasi awal dengan protokol dan dinas terkait menjadi penting agar agenda tidak bertabrakan.

Virga Dwi Efendi dari UGM dalam audiensi tersebut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Malut yang selama ini selalu mem-backup kegiatan KKN mahasiswa di daerah. Ia berharap kolaborasi program dapat berjalan maksimal dengan dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten.

Audiensi virtual ditutup dengan sesi foto tangkapan layar bersama. Mahasiswa UGM dijadwalkan tiba di Ternate pada 20 Juni 2026 pukul 10.00 WIT untuk koordinasi lanjutan dengan Pemprov Maluku Utara. (tan)