TERNATE, NUANSA – Mewakili Gubernur Maluku Utara, Sekretaris Daerah Provinsi Samsuddin Abdul Kadir secara resmi membuka agenda Seminar Ilmiah dan Roadshow Kamas 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Maluku Utara. Acara tersebut dipusatkan di Gamalama Ballroom, Bela Hotel, Ternate, Sabtu (2/5).
Seminar yang mengusung tema “Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak pada Remote Area: Deteksi dan Tatalaksana” ini dipandang sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Dalam sambutannya, Samsuddin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IDAI Malut. Ia menegaskan, kondisi geografis Maluku Utara yang didominasi kepulauan menciptakan tantangan tersendiri, terutama bagi anak-anak di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses kesehatan.
“Saat ini kita dihadapkan pada persoalan tumbuh kembang yang kompleks. Kasus stunting, gizi kurang, hingga keterlambatan perkembangan yang tidak terdeteksi dini masih kita jumpai. Hal ini diperparah oleh keterbatasan tenaga medis dan sarana prasarana di pelosok,” ucap Samsuddin.
Ia juga menyoroti fenomena sosial baru, yakni pengaruh gawai (gadget) pada usia dini dan pola asuh yang belum optimal sebagai pemicu gangguan interaksi sosial serta keterlambatan bicara pada anak.
“Masa kanak-kanak adalah periode emas yang tidak dapat diulang. Kita tidak boleh membiarkan keterlambatan deteksi menghambat masa depan mereka,” tegasnya.
Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus memeratakan layanan kesehatan, namun Samsuddin menekankan bahwa sinergi dengan organisasi profesi seperti IDAI adalah kunci. Melalui forum ilmiah ini, diharapkan para tenaga medis dapat menyamakan langkah dan memperkuat kapasitas dalam menangani kasus-kasus di lapangan.
“Saya berharap lahir gagasan dan langkah nyata yang dapat diimplementasikan, sehingga anak-anak di Maluku Utara, di mana pun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh optimal menjadi generasi yang berdaya saing,” tandas Samsuddin.
Sementara itu, ketua panitia pelaksana, dr Rasmi Diana, dalam laporannya mengatakan kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 100 peserta, yang terdiri dari 13 dokter spesialis anak serta puluhan dokter umum. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperbaharui pengetahuan medis terkini guna mengoptimalkan masa depan anak-anak di Maluku Utara.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dalam dunia kedokteran anak, yakni dr Abdul Latif, Ketua Badan Pengurus Koperasi Anak Mandiri Sejahtera/Kamas, Ketua IDAI Malut, dr Sri Yati, Ketwil 9 Kamas, dr Setia Budi, dr Ganesha Warda, mewakili Ketua Wilayah Malut, serta para dokter anak se-Malut.
Seminar ini juga menghadirkan panel narasumber pakar (subspesialis) tingkat nasional untuk memberikan materi mendalam terkait infeksi, neuro (saraf), endokrinologi, TKPS, dan nefrologi, guna memastikan standar penanganan medis di Maluku Utara tetap mutakhir dan komprehensif. (tan)











