SOFIFI, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyampaikan dukacita mendalam atas ditemukannya satu korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (9/5).
Korban berinisial E, warga negara Indonesia, ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar 50 meter dari bibir kawah Gunung Dukono setelah dilakukan operasi pencarian intensif di tengah kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah tersebut.
“Saya menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas musibah ini. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Sherly.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel tim SAR gabungan, TNI-Polri, BPBD, Basarnas, relawan, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur terkait yang terus bekerja di lapangan dalam kondisi yang penuh risiko.
Berdasarkan laporan operasi pencarian, proses evakuasi menghadapi tantangan berat akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi. Aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih tinggi turut menyulitkan proses penyisiran.
Selain menemukan korban pertama, tim SAR gabungan juga mengidentifikasi dua titik timbunan material pasir yang diduga berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian. Kedua titik tersebut telah ditandai menggunakan koordinat GPS dan akan menjadi fokus operasi lanjutan pada Minggu (10/5).
Gubernur Maluku Utara menyatakan dukungan moral penuh kepada seluruh personel SAR gabungan agar tetap semangat dan mengutamakan keselamatan dalam menjalankan operasi kemanusiaan tersebut.
“Kita semua berharap proses pencarian berikutnya dapat berjalan lancar dan dua korban lainnya segera ditemukan. Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendukung penuh seluruh upaya kemanusiaan yang dilakukan aparat dan tim gabungan di lapangan,” ujar Sherly.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi rekomendasi dan larangan aktivitas di sekitar kawasan rawan Gunung Dukono demi keselamatan bersama. (tan)
