TERNATE, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate mulai menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Pemerintah Singapura dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari investasi, perikanan, penguatan UMKM hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan bersama perwakilan Pemerintah Singapura di Ternate, Rabu (20/5), yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, bersama Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Nasri Abubakar menegaskan dukungan penuh terhadap peluang kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Singapura.
“Kerja sama ini menjadi peluang besar bagi Kota Ternate dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor industri, investasi, perikanan, dan penguatan UMKM,” ujar Nasri.
Pemerintah Kota Ternate, kata Nasri, siap mendukung berbagai program kolaborasi yang dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di daerah.
Selain penjajakan kerja sama, kunjungan tersebut juga berkaitan dengan rencana kedatangan Duta Besar Singapura ke Maluku Utara dalam waktu dekat guna melihat langsung situasi daerah dan potensi kerja sama yang dapat dikembangkan bersama.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi Samsuddin Abdul Kadir menambahkan, kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk melihat berbagai potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui kerja sama antara Singapura dan Maluku Utara.
“Mereka datang untuk melihat peluang apa saja yang bisa dilakukan dalam bentuk kerja sama antara Singapura dengan Maluku Utara,” ujar Samsuddin.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara turut menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memaparkan potensi daerah yang memiliki peluang investasi dan pengembangan ekonomi.
“OPD kami hadir untuk menyampaikan informasi terkait potensi-potensi daerah yang bisa didorong dan dikembangkan, baik melalui investasi maupun kerja sama sektor lainnya,” katanya.
Ia menjelaskan, kerja sama yang dijajaki tidak hanya berfokus pada sektor industri dan investasi besar, tetapi juga mencakup pengembangan sektor perikanan serta penguatan pelaku UMKM.
Selain sektor ekonomi, Pemerintah Singapura juga menawarkan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi masyarakat maupun aparatur sipil negara (ASN) di Maluku Utara.
Menurut Samsuddin, pemerintah Singapura bahkan telah menyiapkan dukungan pembiayaan untuk program pengembangan SDM tersebut.
“Mereka juga menawarkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ada semacam pembiayaan yang disiapkan Singapura untuk program itu,” ujarnya.
Ia berharap Maluku Utara dapat memperoleh kuota peserta yang cukup besar dalam program pelatihan tersebut.
“Kalau tidak salah, tahun lalu Indonesia mendapat sekitar 800 peserta, dan tahun ini meningkat menjadi 1.000. Mudah-mudahan Maluku Utara bisa mendapatkan kuota sekitar 100 peserta,” ujarnya.
Samsuddin menjelaskan, peserta nantinya akan mendapatkan pelatihan di berbagai bidang, mulai dari bisnis, manajemen, hingga pengembangan keterampilan lainnya yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Menurut dia, komunikasi antara kedua pihak masih akan terus dilakukan untuk menentukan program prioritas yang paling dibutuhkan Maluku Utara dalam pengembangan SDM.
Samsuddin juga menjelaskan bahwa sistem di Singapura memisahkan secara tegas antara pemerintah dan sektor bisnis. Karena itu, pembahasan terkait investasi nantinya akan melibatkan langsung pelaku usaha dari Singapura.
“Kalau berbicara soal bisnis, tentu nanti akan melibatkan pihak pelaku usahanya secara langsung,” tandas Samsuddin. (udi/tan)










