google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wagub Maluku Utara Teguhkan Denyut Pembangunan Berlandaskan Pancasila

SOFIFI, NUANSA – Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya Maluku Utara untuk kembali menata sendi kehidupan bangsa. Di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan adat istiadat, Pancasila terus menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara.

Halaman Kantor Gubernur Maluku Utara pada Senin, 1 Juni 2026 diselimuti dengan momen khidmat pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Upacara Hari Lahir Pancasila hari ini terasa istimewa karena langsung dipimpin oleh orang nomor dua di Bumi Moloku Kie Raha, Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Sementara Komandan diambil alih oleh Kepala Bidang Penegakan Perda Ridwan Harun.

Tepat pukul 09.00 WIT, upacara yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Asisten, Staf Ahli Gubernur, Jajaran Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara, ASN serta unsur pelajar ini dimulai dengan penghormatan kebesaran dan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara.

Selepas itu, dilakukan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih. Acara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh inspektur upacara.

Dalam kesempatan tersebut, Inspektur Upacara membacakan naskah Pancasila, dilanjutkan dengan pembacaan naskah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh perwakilan ASN.

Secara khidmat, Sarbin membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang berisi penegasan kembali tentang pentingnya menjadikan Pancasila sebagai dasar dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hari Lahir Pancasila lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia” ujar Sarbin dengan tegas

Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Menutup pidato pagi itu, melalui momen Hari Lahir Pancasila, Wagub mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa.

“Mari jadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology),” imbuhnya.

Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Dalam konteks pembangunan nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia.

Momentum ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menjaga dan menghidupkan kembali semangat Pancasila di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh makna, mencerminkan tekad bersama untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar pijakan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.

Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, mencerminkan penghormatan tinggi bangsa Indonesia terhadap Pancasila sebagai fondasi kehidupan bernegara. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version