TERNATE, NUANSA – Pemerintah Kota Ternate menggelar pertemuan dengan PT Biokonversi Argomitra Indonesia dalam rangka membahas program pengelolaan sampah organik menjadi pupuk cair. Langkah ini sebagai bentuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat Kota Ternate ke depan. Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Bappelitbangda Kota Ternate, Kamis (11/6).
Direktur PT Biokonversi Indonesia, Isra Darma, mengatakan pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan Pemkot Ternate sejak 2021.
“Pertemuan dengan pak Wali Kota Ternate ini terkait pembahasan program strategis pengelolaan sampah organik. Jadi sejak 5 tahun kita evaluasi dan hasilnya bagus. Tidak hanya di Ternate, tetapi hampir 9 kabupaten/kota di Maluku Utara, kita sudah masuk dan dimulai dari Ternate,” jelas Isra.
Ke depan, kata dia, pihaknya akan terus menggalakkan program pengelolaan sampah organik, karena limbah sampah saat ini menjadi tantangan yang harus diselesaikan secara bersama, sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah sampah di Kota Ternate.
Lebih lanjut, Isra mengatakan pihaknya juga membicarakan limbah organik yang dikonversi menjadi pupuk cair. Dan tentunya mendukung program urban farming, seperti ketahanan pangan di keluarga, kelurahan, dan pekarangan warga yang memiliki tanaman-tanaman untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
“Pupuk cair ini juga memiliki nutrisi yang bisa mendukung upaya pencegahan stunting, dan juga bermanfaat bagi peternakan,” ujarnya.
Isra menambahkan, pihaknya akan melakukan diskusi lanjutan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pertanian, TPP PPK tingkat kelurahan terkait pengumpulan sampah sisa olahan dapur.
Sementara itu, Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, mengatakan Ternate menjadi salah satu daerah yang membuka jalan pupuk cair di Maluku Utara.
“Mereka (Biokonversi) datang untuk melihat langsung pengelolaan sampah dan mungkin dikonversikan menjadi pupuk dan lain sebagainya,” ujar Tauhid.
Pemkot Ternate berharap, program ini segera terwujud, agar pengelolaan sampah bisa dilakukan secara maksimal, terutama dalam mengurangi volume sampah serta dapat membina petani untuk memperkuat ketahanan pangan ke depan. (udi/tan)












