SOFIFI, NUANSA – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai Qurani dalam sanubari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana untuk memperdalam pemahaman dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Quran.
Hal tersebut disampaikan Sarbin saat menutup MTQ XXXI Provinsi Malut di Aula KH Abdul Gani Kasuba, Jumat (26/6) malam.
Sarbin berharap, para kafilah terbaik dapat mengharumkan nama Malut di tingkat nasional. Menurutnya, Maluku Utara selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang banyak melahirkan qari dan qariah berprestasi di Indonesia.
“Terus tingkatkan dan terus berjuang untuk mengharumkan nama Malut di level nasional dan internasional. Itu akan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya dan mudah-mudahan membawa keberkahan bagi provinsi kita,” imbuhnya.
Selain itu, para peserta MTQ XXXI tingkat Maluku Utara di Kota Sofifi mengaku senang selama berada di Ibu Kota. Pelaksanaan MTQ dinilai sangat baik dan masyarakat sangat antusias.
“Secara umum pelaksanaan MTQ tingkat Maluku Utara ini lancar, baik. Semua ikut berpartisipasi ya, masyarakat juga sangat antusias,” kata Firmansyah Abu Yusuf, peserta asal Halmahera Tengah, peraih peringkat terbaik II Tartil Quran saat ditemui di sela-sela acara.
Firman mengatakan, suksesnya MTQ di Kota Sofifi tidak lepas dari persiapan panitia dan pemerintah provinsi yang matang.
“Karena menang sudah lama ya diberitahu. Sepertinya Pemprov sudah menyiapkan ini sejak lama, mulai dari akomodasi, penginapan semuanya bagus,” ungkapnya dengan senang.
Lain halnya dengan Dwi Nuraini Sarjono, peraih peringkat terbaik I Seni Baca Al-Qur’an Golongan Putri tersebut mengaku senang selama mengikuti MTQ. Apalagi ia melihat masyarakat sangat antusias dengan adanya MTQ.
“Alhamdulillah, kompetisi ini sebagai semangat untuk meningkatkan kapasitas diri. Di Sofifi asyik. Senang, antusiasme masyarakat juga sangat terlihat,” ujarnya.
Pemerintah daerah terus mendukung kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas spiritual masyarakat. Karena pembinaan keagamaan berperan penting dalam membentuk karakter sekaligus mendorong lahirnya prestasi generasi Qurani di Maluku Utara. (tan)
