DARUBA, NUANSA – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menggelar upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Pulau Morotai, Senin (29/6). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua.
Saat membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Bupati Rusli menyampaikan bahwa peringatan Harganas bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk generasi unggul.
“Harganas ke-33 hari ini bukan sekadar barisan tanggal seremonial, melainkan sebuah jeda kultural dan refleksi nasional. Mari kita menengok rumah kita dan bertanya, sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang,” ujar Rusli.
Menurutnya, masyarakat saat ini tengah menghadapi era perubahan global yang sangat cepat, ditandai dengan ketidakpastian, kompleksitas, serta derasnya perkembangan teknologi digital yang turut memengaruhi kehidupan keluarga. Selain itu, perkembangan teknologi digital dan pergeseran nilai sosial ke dalam lingkungan keluarga harus disikapi secara bijak agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
“Jika institusi keluarga rapuh, arus zaman ini akan dengan mudah menggilas masa depan anak-anak kita. Karena itu, ketangguhan keluarga bukan lagi pilihan, tetapi menjadi keharusan dan urgensi nasional,” tegasnya.
Rusli juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini, dimulai dari masa kehamilan hingga proses pengasuhan di lingkungan keluarga. Untuk mewujudkan keluarga berkualitas, kata Rusli, pentingnya memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan pengasuhan yang baik.
“Kita harus menuntaskan persoalan stunting karena akan berdampak pada perkembangan anak dan kemampuannya bersaing di era kecerdasan buatan. Pemenuhan gizi pada seribu hari pertama kehidupan harus menjadi gerakan bersama di setiap keluarga,” katanya.
Selain itu, ia juga mengajak para orang tua untuk menjadikan rumah sebagai pusat pendidikan karakter bagi anak-anak di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Jangan biarkan rumah menjadi sunyi karena semua sibuk menatap layar. Wahai para ayah, letakkan gawai anda di rumah, peluk anak-anak, ajak mereka berdialog, dan batasi penggunaan gawai pada hal-hal yang produktif,” pesannya.
“Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan paling dirindukan, sehingga ke mana pun anak melangkah, kehangatan keluarga akan selalu menarik mereka kembali ke jalan yang benar,” pungkasnya. (ula/tan)












