DARUBA, NUANSA – Seorang nelayan bernama Ahmad Pangalima (42 tahun) dilaporkan hilang secara misterius saat melaut di perairan Desa Kenari, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai.
Informasi yang diterima Nuansa Media Grup (NMG), Ahmad pergi melaut pada Jumat (10/7) sekitar pukul 14.00 WIT dengan menggunakan perahu viber glass yang tertulis Ainul Salfa dengan warna biru dan oranye. Ia diketahui tengah melaut di rumpon terdekat untuk memancing ikan baby tuna dan cakalang.
“Dia cuma pergi cari ikan komo-komo sama cakalang saja, jadi biasanya sore sudah pulang,” kata Sumarni Paputungan, istri Ahmad.
Sementara itu, Supardi Paputungan, salah satu nelayan sekitar, mengaku sempat melihat korban tengah melakukan pemancingan di area dekat Pulau Tabailenge.
“Saat itu dia bergerak menuju rumpon Desa Kenari yang berjarak kurang lebih 16 mil dari daratan. Tapi setelah itu, dia sudah tidak kelihatan lagi,” jelasnya.
Sehingga itu, pihak keluarga melaporkan hal tersebut ke Polsek Morotai Utara. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian dan Pos TNI AL (Posal) Bere-bere bersama warga melakukan pencarian ke beberapa titik laut sekitar Morotai Utara.
Namun, tim gabungan ini tengah mengalami kendala karena gelombang tinggi dan kondisi cuaca yang buruk. Operasi pencarian pun terpaksa dihentikan sementara pada pukul 00.35 WIT.
“Operasi akan dilanjutkan pada Sabtu pagi karena pertimbangannya cuaca,” ujar Kapolres Morotai, AKBP Dedi Wijayanto melalui Kasi Humas, IPDA Yusuf Kasim.
Ia juga mengimbau agar seluruh nelayan selalu mengutamakan keselamatan saat melaut dengan memperhatikan prakiraan cuaca, membawa alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
“Keselamatan di laut harus menjadi prioritas utama guna meminimalisir risiko kecelakaan maupun keadaan darurat,” imbuhnya. (ula/tan)
