google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Daerah  

Tim SAR Selamatkan Dua Nelayan Hanyut di Pulau Morotai 

DARUBA, NUANSA – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua nelayan asal Sulawesi Utara ke Pelabuhan Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Jumat (10/7). Nelayan bernama Yanto Bawole (50 tahun) dan Meytro Abas (26 tahun) sempat dilaporkan hanyut bersama rumpon selama empat hari.

Informasi hanyutnya kedua nelayan ini diterima Basarnas Ternate dari kru kapal asing berbendera Bahama yang pertama kali menerima panggilan darurat dari kedua nelayan tersebut menggunakan Radio.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kejadian tersebut bermula pada 7 Juli 2026, di mana kapal LNG JUROJIN menerima panggilan darurat (mayday) dari sebuah rumah nelayan (rumpon), kapal telah berputar-putar di sekitar rumah nelayan tersebut dan terus mengawasinya. Namun LNG JUROJIN tidak dapat menyelamatkannya karena cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi. Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan ke Basarnas untuk bantuan evakuasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Ternate melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna melaksanakan proses evakuasi terhadap korban.

“Dengan menggunakan kapal KAL Wayabula Lanal Morotai serta RIB 03 Tobelo, tim SAR kemudian keluar melaksanakan proses pencarian. Namun karena kondisi cuaca dan gelombang tinggi hingga mencapai 2-3 meter, sehingga proses pencarian pun dihentikan dengan mempertimbangkan faktor cuaca yang tidak memungkinkan,” ujar Kepala Basarnas Ternate melalui Kasubsie Operasi dan Siaga, Ferdinando Jofandri.

Selanjutnya, Basarnas merima Email dari kapal Kargo Stenia Colossus berbendera Singapura bahwa korban telah berhasil diselamatkan ke kapal tersebut, sehingga diminta mengintersep korban ke Tim SAR Gabungan.

Proses intersep korban kemudian disepakati yaitu di perairan selatan Pulau Morotai, dikarenakan kapal MV Stenia Colossus menghadapi cuaca buruk (angin beufort skala 6 dari arah Barat Daya/SSW) serta kondisi gelombang setinggi 3 meter.

“Dikarenakan kondisi cuaca yang sangat tidak memungkinkan dan jarak posisi intersep terlalu jauh dari Pulau Morotai, Tim SAR Gabungan kemudian berkoordinasi dengan kapal Mv Stenia Colossus untuk pemindahan posisi intersep korban yaitu di perairan Pulau Rao,” terang Ferdinando.

Selanjutnya, Tim Rescue USS Morotai bersama Tim Rescue Pos SAR Tobelo dan Potensi SAR menggunakan RIB 03 Tobelo bergerak menuju lokasi intersep yang telah disepakati untuk melaksanakan proses penjemputan. Setelah tiba di lokasi, Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi korban ke RIB 03 Tobelo.

“Kedua nelayan tersebut akhirnya berhasil dievakuasi ke RIB 03 Tobelo dari kapal Mv Stenia Colossus, selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Daruba Morotai dalam kondisi selamat, lalu korban diserahkan ke pihak medis untuk mendapat penanganan lebih lanjut,” jelas Ferdinando.

Dengan telah dievakuasinya korban dalam keadaan selamat, maka operasi SAR selesai. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing disertai ucapan terima.

Unsur yang terlibat di antaranya Basarnas Ternate, Pos SAR Tobelo, USS Morotai, Lanal Morotai, Polairud, crew LNG JUROJIN, crew Mv Stenia Colossus, KUPP Daruba Morotai, KKP Daruba Morotai, agen kapal dan warga setempat. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version