JAILOLO, NUANSA – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, meninjau langsung Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 3 Provinsi Maluku Utara di Kabupaten Halmahera Barat, Senin (3/8).
Dalam kunjungan tersebut, Wagub Sarbin didampingi Plt Kepala Dinas Sosial Maluku Utara, Kepala Sentra Wasana Bahagia, serta Penjabat Kepala Sekolah Rakyat.
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan program pendidikan yang menjadi salah satu pilihan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Maluku Utara.
Sarbin menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi upaya memutus mata rantai kemiskinan.
“Sekolah rakyat ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan yang lebih luas. Pemerintah daerah ingin memastikan program ini benar-benar berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sarbin.
Dalam kunjungan tersebut, Sarbin melihat lebih dekat aktivitas pembelajaran, berdialog dengan para pengajar serta peserta didik, dan memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan baik serta sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Pj Kepala Sekolah Rakyat, Nurhasni Ibrahim, menjelaskan bahwa anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat merupakan anak-anak hebat yang akan dipersiapkan menjadi generasi unggul.
“Semua siswa sekolah rakyat adalah anak hebat, karena didukung dengan fasilitas yang memadai serta sistem pendidikan berasrama, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, dan memiliki daya saing,” ucap Nurhasni dengan nada optimis.
Raut wajah bahagia pun tak mampu disembunyikan Nadira Sahrun (14). Perempuan asal Halbar yang bercita-cita sebagai guru tersebut mengaku senang dapat bertemu langsung dengan pemimpinnya.
“Itu (Sekolah Rakyat) sangat membantu, karena saya bisa meringankan beban orangtua. Senang bisa ketemu Pak Sarbin” ungkapnya haru.
Dalam kunjungan tersebut, Wagub bersama rombongan menyusuri rute keseharian peserta didik, mulai dari lingkungan asrama, ruang kelas hingga kantin.
Sarbin turut meninjau kondisi furnitur, sirkulasi udara, serta kelengkapan ruang kelas dan meja belajar untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi dengan baik menunjang proses belajar-mengajar.
“Fasilitas sekolah ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya menegaskan.
Kehadiran Wagub memberikan jaminan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang didukung penuh oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjangkau warga miskin melalui sistem pendidikan boarding school gratis.
“Sekolah Rakyat ini hadir untuk memutus mata rantai kemiskinan. Masyarakat tidak perlu lagi khawatir anaknya putus sekolah karena alasan biaya,” ungkapnya sebelum meninggalkan lokasi.
Secara nasional, Sekolah Rakyat telah berjalan di 166 titik di seluruh Indonesia dan menjangkau ratusan siswa setiap tahunnya. Program ini juga dilengkapi pemetaan bakat dan minat, pendampingan sosial, serta dukungan pemberdayaan keluarga, termasuk perbaikan hunian secara bertahap melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.
Di Sekolah Rakyat, anak-anak diajarkan satu nilai utama: tertinggal bukan berarti gagal. Melalui pendidikan yang inklusif, berempati, dan berkeadilan, Sekolah Rakyat menjadi bukti bahwa ketika negara hadir dengan hati, harapan dapat tumbuh, bahkan dari tempat yang paling gelap.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memastikan pendidikan dan masa depan anak-anak harus lebih baik dari orang tuanya saat ini. Terutama bagi mereka yang berada di Desil 1 dan 2 DTSEN. (tan)
