google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Daerah  

Morotai Dilanda Kekeringan, Warga Mandi Pakai Air Galon, PDAM Buka Suara 

Ilustrasi air macet. (Istimewa)

DARUBA, NUANSA – Warga Kabupaten Pulau Morotai mengeluhkan layanan air bersih PDAM yang tidak mengalir selama lebih dari sepekan. Mereka kesulitan mendapat air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini pun membuat para warga resah, terlebih saat musim kemarau saat ini yang menyebabkan sejumlah sumur warga mulai mengalami kekeringan.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Warga menyebut terhentinya distribusi air bersih berdampak pada berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan sehari-hari.

Sebagian warga terpaksa mandi menggunakan air galon karena air PDAM tidak mengalir.

Mereka juga menyoroti kebijakan Plt Direktur PDAM Fahri Abd Aziz dalam melakukan pelayanan air terhadap warga sekitar.

Selain tidak memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), pelayanan air juga sering tak mengalir hingga berminggu-minggu. Warga yang kesal pun bahkan menyebut Fahri tak becus mengelola PDAM.

Kekesalan ini tentu bukan tanpa dasar. Sebab setelah pungutan terhadap setiap pelanggan air diberlakukan, namun penyalurannya tidak maksimal. Bahkan, sejumlah warga juga menyoroti sistem pungutan secara manual yang berpotensi mengalami kebocoran dana. Itu setelah dilihat dari data capaian PAD pada PDAM yang masih nol rupiah alias nihil.

Warga mengaku, akibat penyaluran dan pelayanan air yang tidak maksimal, mereka sering menggunakan air galon untuk kebutuhan mandi.

“Sudah satu minggu ini torang bolak-balik beli air galon, padahal setiap bulan torang bayar air terus,” ujar Jalil, salah satu warga Desa Gotalamo, Selasa (4/8).

Menurutnya, jika terjadi kerusakan pada jaringan perpipaan, setidaknya ada pemberitahuan dari pihak PDAM Morotai.

“Harusnya ada pemberitahuan, supaya kita tahu bersama pemberitahuannya. Bayangkan kalau air dalam seminggu tidak mengalir, padahal air ini kebutuhan utama, akhirnya torang mandi, cuci piring, dan lainnya pakai air galon,” kesalnya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Plt Dirut PDAM Morotai, Fahri Abd Aziz, akhirnya buka suara. Ia mengaku bahwa air baku PDAM sedang mengalami kekeringan, sehingga terjadi hambatan penyalurannya.

“Air bakunya kering,” singkat Fahri. (ula/tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version