JAILOLO, NUANSA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat menggelar Rapat Kerja Lintas Komisi bersama jajaran Direktur dan Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jailolo, Selasa (4/8). Rapat tersebut digelar guna menyoroti dua masalah krusial yang terus membelit BUMD penyedia air bersih tersebut.
Anggota Komisi II DPRD Halbar, Riswan Hi Kadam, mengatakan dua isu utama yang menjadi sorotan keras para wakil rakyat yakni kerugian keuangan perusahaan yang terjadi secara terus-menerus serta minimnya kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
DPRD menegaskan bahwa dua persoalan utama ini tidak bisa dibiarkan. Atas dasar itu, DPRD mendesak agar dilakukan restrukturisasi secara menyeluruh terhadap PDAM, yang mencakup audit teknis, audit keuangan, hingga penataan ulang manajemen.
“Atas dasar dua masalah tersebut, kami memandang perlu adanya restrukturisasi secara menyeluruh. Pertama, harus ada audit teknis dan audit keuangan secara mendalam. Kedua, perlu dilakukan penataan manajemen guna mengukur efisiensi dan penghematan terhadap pengeluaran operasional perusahaan selama ini,” tegasnya.
Kendati demikian, rapat kerja lintas komisi tersebut terpaksa di-skors (ditunda) karena pihak manajemen PDAM belum mampu menyajikan data-data pendukung yang diminta oleh anggota DPRD.
Rapat evaluasi dan pendalaman data ini dijadwalkan kembali berlanjut pada Rabu (5/8) esok hari yang akan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Halbar, Joko Ahadi.
(adi/tan)
