TERNATE, NUANSA — Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hangat di Hotel Bela Ternate. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, manajemen Hotel Bela Ternate menggelar ramah tamah bersama para veteran sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.
Ramah tamah berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para veteran tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi juga menjadi bagian penting dari perayaan kemerdekaan yang menghubungkan generasi hari ini dengan mereka yang pernah berada dalam sejarah perjuangan bangsa.
Bagi manajemen Hotel Bela Ternate, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan apresiasi secara langsung sekaligus mendengarkan kisah dan pengalaman para veteran. Di tengah suasana santai, percakapan mengalir dan menghadirkan kembali cerita tentang perjuangan, pengorbanan, serta kecintaan kepada Indonesia.
General Manager Hotel Bela Ternate, M Zuwaini, mengatakan kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini tidak terlepas dari keberanian dan pengorbanan para pejuang.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari keberanian mereka yang berjuang tanpa menghitung apa yang akan diperoleh. Karena itu, menghormati para veteran berarti menjaga ingatan tentang sejarah bangsa sekaligus mewariskan semangat perjuangan kepada generasi berikutnya,” ujar Zuwaini.
Menurutnya, penghormatan kepada veteran tidak cukup hanya dilakukan dalam momentum peringatan kemerdekaan. Nilai perjuangan mereka harus terus hidup melalui sikap, karya dan pengabdian generasi penerus.
Ramah tamah tersebut kemudian ditutup dengan makan bersama dalam suasana penuh kehangatan. Sederhana, namun sarat makna—sebuah perjumpaan lintas generasi yang mempertemukan mereka yang pernah berjuang dengan generasi yang kini menikmati hasil perjuangan tersebut.
Melalui kegiatan ini, Hotel Bela Ternate ingin menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk kembali melihat sejarah dan menghargai orang-orang yang telah memberikan bagian penting dari hidupnya bagi Indonesia. Sebab, kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk dikenang, dihormati, dan diisi dengan pengabdian. (tan)
