google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Penderita HIV di Halmahera Barat Menurun  

Ismail Buamona.

JAILOLO, NUANSA — Penderita HIV di Kabupaten Halmahera Barat menunjukkan angka penurunan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Halmahera Barat, per Agustus 2026 ditemukan 12 Orang dengan HIV (ODHIV) yang terkonfirmasi positif.

Angka ini terbilang menurun dibandingkan temuan pada 2025 yang berjumlah 51 orang. Kemudian pada 2024 terdapat 18 temuan kasus positif HIV.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Halbar, Ismail Buamona, mengatakan jumlah kasus yang tercatat mengalami perubahan setiap tahunnya.

“Data yang tercatat pada 2024 sebanyak 18 orang, kemudian 2025 sebanyak 51 orang, dan sampai 26 Agustus 2026 sebanyak 12 orang,” kata Ismail, Kamis (27/8).

Berdasarkan data tersebut, jumlah ODHIV yang terlaporkan sepanjang 2026 menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Dinkes Halbar menilai salah satu faktor yang turut berkontribusi terhadap penurunan tersebut adalah gencarnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Menurut Ismail, edukasi dilakukan dengan menyasar berbagai faktor yang berkaitan dengan risiko penularan HIV, termasuk perilaku seksual berisiko dan penyalahgunaan narkoba.

“Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya seks bebas dan narkoba, karena kedua hal tersebut memiliki hubungan dengan risiko penularan HIV,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak takut maupun malu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan pengobatan apabila dinyatakan terinfeksi HIV.

“Kami berharap apabila ada masyarakat yang terjangkit virus HIV, segera melaporkan atau memeriksakan diri ke layanan kesehatan agar dapat ditangani dengan baik,” katanya.

Ismail menegaskan, masyarakat yang telah mendapatkan diagnosis HIV diharapkan tidak menutup diri dari layanan kesehatan. Penanganan sedini mungkin penting dilakukan agar kondisi kesehatan ODHIV dapat dipantau dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

“Jangan takut berobat dan jangan malu untuk berobat ketika sudah divonis terjangkit HIV. Yang terpenting adalah segera mendapatkan penanganan dan mengikuti layanan kesehatan,” pungkasnya. (adi/tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version