google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wagub Tinjau Sekolah Rakyat di Halut, Pastikan Fasilitas dan MPLS Siap Dilaksanakan 

TOBELO, NUANSA – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, meninjau langsung Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Selasa (15/9). Sarbin didampingi Sekretaris Daerah Halmahera Utara, Kepala Biro Administrasi Pimpinan serta Plt Kepala Dinas Sosial. Kunjungan kerja tersebut dalam rangka memastikan kesiapan infrastruktur pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai standar.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN), khususnya pembangunan Sekolah Rakyat sebagai instrumen strategis pusat pendidikan kerakyatan yang setara bagi masyarakat.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sarbin mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat sejalan dengan visi dan misi Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dalam memperkuat sumber daya manusia serta memperluas akses pendidikan berbasis masyarakat.

“Sekolah Rakyat merupakan komitmen pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto yang selaras dengan komitmen Ibu Gubernur untuk memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak,” kata Sarbin di sela-sela kunjungan.

Kepala Sekolah Rakyat, Elvis Awa, menambahkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam memperluas pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan.

“Saat ini sudah ada 45 siswa SD yang melakukan kegiatan belajar. Nantinya Sekolah Rakyat 1 akan menampung 270 siswa dan 75 orang tenaga pendidik,” terang Elvis.

Informasi yang dihimpun, pada 22 September akan dilakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) perdana di SRT 1 dan menjadi tonggak pendidikan inklusif di Maluku Utara.

Sarbin sempat mengecek langsung seluruh fasilitas utama, mulai dari ruang kelas, asrama, toilet, hingga jaringan penunjang digital. Tak lupa Sarbin juga menyapa para siswa dan guru, serta mengamati langsung proses pembelajaran.

Program Sekolah Rakyat sejalan dengan dorongan Gubernur Sherly dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Utara. Lebih dari sekadar ruang belajar, Sekolah Rakyat menjadi simbol kehadiran negara yang memberi kemungkinan bagi anak-anak yang sebelumnya tak mungkin meraih akses pendidikan.

“Kami ingin memastikan semua aspek dapat langsung difungsikan pada MPLS nanti dengan aman dan nyaman bagi para siswa,” katanya. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version