JAILOLO, NUANSA — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Halmahera Barat, Imran Lolori, memberikan klarifikasi terkait dugaan pemotongan atau “pemajakan” uang saku sejumlah kader Laskar Gerindra setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) selama tiga hari di GOR Sofifi, Desa Akekolano, Kota Tidore Kepulauan.
Imran menegaskan, peristiwa yang terjadi saat perjalanan pulang peserta menuju Jailolo pada Selasa (20/10/2026) itu bukan pungutan liar (pungli), melainkan kesalahpahaman atau miskomunikasi terkait permintaan bantuan biaya transportasi.
Menurutnya, anggota DPRD yang bersangkutan saat itu tidak memiliki uang tunai untuk membayar ongkos kendaraan dari Sofifi menuju Jailolo sehingga meminta bantuan kepada peserta untuk patungan membayar transportasi.
“Faktor miskomunikasi saja. Anggota partai ini hanya meminta bantuan karena saat itu tidak ada uang di saku, sehingga meminta patungan untuk membayar mobil dari Sofifi ke Jailolo,” ujar Imran saat memberikan klarifikasi.
Ia menyebut, uang yang digunakan untuk membantu biaya transportasi tersebut telah dikembalikan setelah rombongan tiba di Jailolo pada hari yang sama.
“Setelah sampai Jailolo, uangnya langsung diganti. Jadi, ini bukan pungutan atau dipajaki. Itu hanya masalah miskomunikasi dan pada hari itu juga uang para peserta Laskar sudah diganti,” tegasnya.
Imran juga membantah informasi yang menyebut uang peserta belum dikembalikan. Ia menegaskan, anggota DPRD yang dimaksud telah mengganti uang tersebut setelah tiba di Jailolo.
Menurutnya, nilai uang yang dipersoalkan tidak sampai jutaan, sebagaimana yang mungkin dipersepsikan sebagian pihak.
“Informasi dari peserta Laskar bahwa uang yang dipakai itu belum diganti, tidak betul. Anggota dewan ini sudah menggantinya setelah tiba di Jailolo, pada hari itu juga,” katanya.
Ia mempertanyakan mengapa persoalan tersebut kembali dipermasalahkan beberapa hari setelah kegiatan, padahal menurut versinya, penggantian uang telah dilakukan pada hari yang sama.
Meski demikian, keterangan Imran tersebut merupakan klarifikasi dari pihak DPC Gerindra Halbar. Untuk memperoleh gambaran yang utuh, diperlukan pula keterangan dari peserta yang merasa dimintai uang, termasuk mengenai jumlah yang diberikan dan waktu pengembaliannya. (adi/tan)













