google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Daerah  

Remaja 17 Tahun di Morotai Ditemukan Gantung Diri, Keluarga Tolak Autopsi 

Polisi saat olah tempat kejadian perkara (TKP).

DARUBA, NUANSA – Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun ditemukan gantung diri di rumahnya di Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Kamis (22/10) malam.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Informasi yang diterima Nuansa Media Grup (NMG) menyebutkan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.15 WIT saat salah satu saksi yang baru pulang dari rumah tetangga mendapati korban tengah tergantung di dalam rumahnya.

Saksi kemudian bergegas meminta pertolongan ke pihak keluarga untuk membawa korban ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis. Malangnya, pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian (TKP) serta mengumpulkan sejumlah keterangan setelan mendapatkan informasi tersebut.

“Pihak kepolisian langsung mengambil langkah meliputi mendatangi dan memeriksa TKP, melakukan olah TKP, mengumpulkan bahan keterangan dari saksi-saksi, serta mendokumentasikan dan mencatat temuan awal guna mendukung proses penanganan lebih lanjut,” ujar Kasi Humas Polres Morotai, IPDA M Yusuf Kasim, Jumat (23/10).

Yusuf mengatakan, hingga laporan awal disusun, penyebab dan motif peristiwa tersebut belum diketahui. Pihak keluarga juga menyatakan menerima kejadian tersebut dan tidak menghendaki dilakukannya autopsi.

“Penanganan di lapangan juga dilakukan dengan mengedepankan ketelitian dan penghormatan terhadap hak-hak keluarga korban,” jelasnya.

Yusuf juga meminta masyarakat tidak memberikan spekulasi yang tidak berdasar mengenai penyebab kejadian, dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak membagikan foto maupun konten yang dapat melukai perasaan keluarga,” pungkasnya. (ula/tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version