google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Gubernur Tutup Festival Qasidah Rebana IV Kota Ternate, Janjikan 500 Rebana dan Pelatih Nasional

TERNATE, NUANSA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, resmi menutup Festival Qasidah Rebana IV Audisi Kota Ternate di Benteng Oranje, Sabtu (24/10) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly mengawali dengan salam dan menyapa seluruh tokoh yang hadir, di antaranya Ketua PW Muslimat NU Maluku Utara, Ketua PC Muslimat NU Kota Ternate, dewan juri, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh peserta lomba.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Gubernur menyampaikan, Festival Qasidah Rebana IV merupakan agenda tahunan yang finalnya akan digelar pada 16 dan 17 November 2026 di Kota Ternate, dan jika tidak ada halangan akan dihadiri langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

“Total peserta yang akan masuk final sekitar 20 grup perwakilan dari kabupaten/kota,” ujar Sherly.

Ia mengapresiasi kualitas peserta yang dinilai semakin bagus dari tahun ke tahun, berkat latihan rutin yang dilakukan.

Pada kesempatan tersebut, Sherly juga menanggapi kebutuhan rebana. Ia menyebutkan tahun lalu telah banyak dibagikan dan tahun ini akan dituntaskan.

“Tadi saya tanya, yang dibutuhkan total 400. Tahun ini saya masukkan di anggaran perubahan 300. Ya sudah kita bulatkan saja langsung 500 rebana tahun ini, biar tuntas,” tegas Sherly yang disambut tepuk tangan peserta.

Gubernur mengakui tahun ini pelaksanaan audisi tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya karena kendala teknis anggaran. Ia berharap tahun depan anggaran lebih aman dan lancar sehingga audisi bisa kembali digelar di 10 kabupaten/kota dengan total hadiah yang lebih besar.

Terkait pembinaan, Sherly mendorong agar Muslimat NU mengusulkan pelatihan bagi pelatih-pelatih kasidah di Maluku Utara dengan mendatangkan pelatih nasional, sehingga kualitas di tahun 2027 semakin kompetitif.

“Jika mau ada pelatihan, diusulkan saja. Kita undang pelatih nasional datang ke sini melatih pelatih kita,” ujarnya.

Lebih jauh, Sherly menekankan pentingnya transformasi kasidah rebana dari sekadar hobi menjadi keterampilan yang bernilai ekonomi.

“PR kita bagaimana dari hobi, menjadi keterampilan, kemudian bisa jadi cuan. Bagaimana caranya kelompok-kelompok yang sudah menang ini bisa diundang mengisi kegiatan budaya, kesenian, dan keagamaan di provinsi, sehingga ibu-ibu tidak hanya keluar biaya tapi ada pemasukan,” kata Sherly.

Gubernur juga berpesan agar pelestarian seni kasidah rebana dapat dilanjutkan oleh generasi muda. Ia meminta Muslimat NU bekerja sama dengan komunitas-komunitas muda agar tahun depan ada kelompok kasidah dari kalangan muda dengan genre dan kreativitas mereka sendiri.

Acara penutupan ditandai dengan pemukulan rebana bersama oleh Gubernur Sherly didampingi Ketua PW Muslimat NU, para dewan juri, dan tamu undangan, diiringi lagu oleh seluruh hadirin.

Dalam festival tersebut, panitia mengumumkan pemenang dengan bonus hadiah juara 1 sebesar Rp3 juta, juara 2 Rp2 juta, dan juara 3 Rp1 juta. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version