TERNATE, NUANSA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, resmi menutup turnamen domino dalam rangkaian kegiatan Basecamp for Orange yang digelar komunitas Markas Batman di Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, sejak 28 hingga 31 Oktober 2026, tersebut mendapat antusiasme besar dari masyarakat. Tercatat sekitar 1.024 peserta dari berbagai basecamp ikut ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Ketua Panitia, Fadly Sibua, mengatakan Basecamp for Orange merupakan bagian dari agenda rutin komunitas Markas Batman yang setiap bulan menyelenggarakan kegiatan dengan melibatkan sejumlah basecamp. “Kalau diakumulasi, total peserta kurang lebih 1.024 orang,” kata Fadly. Ia menjelaskan, peserta berasal dari berbagai basecamp yang tergabung dalam komunitas Markas Batman. Saat ini, komunitas tersebut memiliki sekitar 48 basecamp yang tersebar di sejumlah wilayah. Dalam turnamen tersebut, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp46 juta. Juara pertama memperoleh Rp20 juta, juara kedua Rp10 juta, juara ketiga Rp6 juta, dan juara keempat Rp4 juta.
Selain hadiah utama, panitia juga memberikan penghargaan tambahan, di antaranya kategori pasangan berpenampilan terbaik serta apresiasi khusus kepada peserta tertua. Penghargaan peserta tertua diberikan kepada Haji Zabur, peserta asal Basecamp Tudahe, yang diketahui berusia 81 tahun. Fadly menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya komunitas Markas Batman dalam mempererat kebersamaan sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas komunitas melalui agenda rutin setiap bulan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengapresiasi pelaksanaan Basecamp for Orange. Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang berkumpul, mempererat silaturahmi, dan membangun kebersamaan antarkomunitas di Kota Ternate. Rizal berharap ruang kreatif seperti ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelompok masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun komunitas. Menurutnya, keberadaan Basecamp for Orange menjadi kebutuhan bersama karena mampu menampung berbagai kelompok masyarakat, termasuk paguyuban Jawa, Sumatera, dan komunitas lainnya. “Saya pikir ruang ini menjadi kebutuhan bagi semua. Ada teman-teman dari paguyuban Jawa, Sumatera, dan komunitas lainnya. Ke depan, pada event-event tertentu, kegiatan seperti ini bisa kita lanjutkan dengan turnamen-turnamen yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mendorong komunitas Markas Batman agar ke depan mengembangkan kegiatan serupa dalam skala lebih besar, termasuk memanfaatkan lapangan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Rizal menilai turnamen domino memiliki nilai positif karena tidak hanya menjadi ajang mengasah bakat dan kemampuan, tetapi juga mempertemukan masyarakat dalam suasana kekeluargaan. “Satu mimpi dan harapan saya, Markas Batman harus membuat kegiatan yang lebih besar lagi di lapangan. Intinya, ini sebagai ajang mencari bakat sekaligus ajang bersilaturahmi,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Rizal turut mengapresiasi seluruh peserta dan pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan sejumlah peserta yang merupakan teman semasa sekolah. Ia berharap kebersamaan yang telah terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dijaga dan menjadi modal untuk menghadirkan berbagai kegiatan kreatif berikutnya. “Terima kasih untuk semua yang telah ikut berpartisipasi. Kiranya ini menjadi momentum untuk silaturahmi. Terus berkarya, terus lanjut. Saya akan terus berada di belakang untuk mendukung,” ungkapnya. Rizal kemudian secara resmi menutup turnamen domino Markas Batman dalam rangkaian Basecamp for Orange. Ia berharap kegiatan tersebut terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Ternate. (udi)










