TERNATE, NUANSA – Puncak arus mudik lebaran Idulfitri 1447 Hijriah diprediksi terjadi pada H-3 atau 17 Maret 2026, dengan jumlah pergerakan masyarakat mencapai 21,2 juta orang.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama arus mudik dan balik lebaran 2026. Hal itu disampaikan di sela-sela sidak Kantor Gubernur Maluku Utara, Selasa (10/3).
Sherly menyebut, perlu koordinasi lintas sektor untuk menyelesaikan persoalan tersebut agar masyarakat bisa mudik ceria penuh makna bersama keluarga.
Imbauan tersebut menyusul surat B009/BNPB/D-II BP.03.02/02/2026 Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana tentang peringatan dini dan langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana banjir dan gerakan tanah (longsor) periode bulan Maret 2026.
Kepala BMKG Sultan Baabullah, Desindra Deddy Kurniawan, menuturkan sepanjang Maret 2026 ini curah hujan di Maluku Utara masih tinggi.
“Jadi kita harus siap ketika mudik lebaran nanti, di Malut akan terjadi banyak hujan,” kata Desindra.
Sementara itu, Gubernur Sherly menegaskan kepada seluruh masyarakat di seluruh kabupaten/kota se-Malut juga mewaspadai bencana tanah longsor.
“Ya, kita terus mengimbau semua masyarakat khususnya yang melakukan aktivitas mudik dengan moda transportasi laut serta darat untuk dapat waspada akan cuaca buruk yang terjadi saat ini,” ujar Sherly.
Sherly juga mengingatkan bahwa masyarakat yang menggunakan transportasi udara perlu memperhatikan prakiraan cuaca di bandara tujuan. Menurutnya, cuaca buruk seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi dapat menyebabkan keterlambatan atau pembatalan penerbangan.
Dilansir dari surat BNPB Nomor B-13/BNPB/D-II/BP.03.02/03/2026, Kabupaten Halmahera Timur menjadi daerah dengan potensi banjir kategori menengah.
Sementara, masih dari surat yang sama daerah dengan potensi gerakan tanah longsor terjadi di Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Kepulauan Sula, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Pulau Morotai, Pulau Taliabu.
Tak hanya itu, Sherly juga mengimbau kepada masyarakat yang bepergian juga perlu memperhatikan kemungkinan akibat cuaca buruk.
“Oleh karena itu, kami mengimbau pemudik untuk terus berkoordinasi dengan pihak maskapai, operator pelabuhan, dan BMKG guna mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi cuaca di rute perjalanan mereka,” imbuhnya.
“Tapi tetap tenang, jangan sampai membahayakan keselamatan,” tambah Sherly.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama BMKG terus berkomitmen memberikan informasi cuaca terkini, peringatan dini yang tepat waktu, serta dukungan teknis kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keselamatan masyarakat selama periode cuaca ekstrem pada periode mudik tahun ini. (tan)












