Daerah  

Pemkot Ternate Siap Promosikan Produk Unggulan di Hotel Borobudur 

TERNATE, NUANSA – Pemerintah Kota Ternate menggelar rapat koordinasi teknis terkait program APEKSI Discovery bersama pihak Hotel Borobudur Jakarta sebagai bagian dari upaya promosi daerah ke tingkat nasional hingga internasional.

Rapat yang berlangsung di Kantor Dinas Pariwisata Kota Ternate itu dipimpin Sekretaris Daerah, Rizal Marsaoly, didampingi Kepala Dinas Pariwisata serta dihadiri pimpinan OPD terkait.

Rizal mengatakan, program APEKSI Discovery merupakan turunan dari penguatan city branding Ternate sebagai Kota Rempah, sekaligus momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah ke pasar global.

“Ini menjadi momentum untuk mempromosikan Ternate di kancah internasional. Karena kita tahu tamu di Hotel Borobudur rata-rata berasal dari luar negeri,” ujar Rizal, Senin (30/3).

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan kerja sama antara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia dan Hotel Borobudur, dengan pelaksanaan promosi selama kurang lebih 10 hari, mulai 21 hingga 31 Mei 2026. Dalam periode itu, Kota Ternate bersama Kota Tidore Kepulauan mendapat giliran menampilkan potensi daerah.

Menurut Rizal, kesiapan Pemkot Ternate saat ini telah mencapai sekitar 70 persen, terutama dari sisi kurasi produk UMKM yang akan ditampilkan, seperti batik, tenun, dan produk unggulan lainnya.

Selain itu, sektor kuliner juga menjadi fokus promosi. Pemkot Ternate akan menghadirkan chef lokal untuk berkolaborasi dengan pihak hotel dalam menyajikan menu khas berbasis rempah.

“Selama masa promosi, akan disajikan makanan bernuansa rempah hasil kolaborasi Ternate, Tidore, dan Hotel Borobudur,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing daerah difasilitasi lima booth pameran. Meski terbatas, Rizal memastikan produk yang ditampilkan telah melalui proses kurasi dan memiliki daya saing serta keunikan.

Ia menegaskan, kegiatan ini tidak berorientasi pada penjualan produk, melainkan sebagai sarana promosi untuk menarik minat wisatawan agar berkunjung langsung ke Ternate.

“Ini bukan soal berapa produk terjual, tapi bagaimana menarik tamu untuk datang ke Ternate,” tegasnya.

Selain pameran, kegiatan ini juga akan diramaikan dengan berbagai agenda, mulai dari podcast, promosi visual di kamar hotel, hingga pesta rakyat saat pembukaan pada 21 Mei yang melibatkan tamu hotel, media, dan influencer.

Rizal menambahkan, momentum ini juga akan dimanfaatkan untuk mempromosikan agenda nasional yang akan digelar di Ternate, seperti kegiatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) pada Agustus mendatang.

Ia menekankan, kolaborasi antara Ternate dan Tidore dalam program ini mencerminkan semangat “Sister City” untuk bersama-sama memajukan pariwisata dan ekonomi daerah.

“Ini bukan soal bersaing, tapi bagaimana kita sama-sama maju dan berkembang dalam mempromosikan potensi daerah,” tandas Rizal. (udi/tan)