Menhaj Klaim Angka Kematian Jemaah Haji 2026 Menurun 

Ilustrasi jemaah haji. (Istimewa)

JAKARTA, NUANSA – Menteri Haji dan Umrah RI, M Irfan Yusuf alias Gus Irfan, menyebut angka jemaah haji asal RI yang wafat pada tahun 2026 menurun dibandingkan tahun kemarin.

Ia masih belum merincikan berapa angka pasti jemaah yang meninggal. Namun Gus Irfan memastikan angkanya lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

“Terakhir kemarin masih di bawah 300, kita belum tahu angka persisnya, nanti tunggu nanti malam ada laporan terakhir. ya, lebih rendah dibandingkan tahun lalu,” kata Gus Irfan, Rabu (17/6).

Gus Irfan juga menyampaikan langkah-langkah pemerintah untuk menekan tingkat jemaah haji yang wafat.

Ia menyebut pemerintah akan meningkatkan upaya pengawasan dalam tahap istitaah sebelum keberangkatan.

Selain itu, ia juga menyampaikan akan terus mencari formula yang pas untuk menekan angka kematian jemaah haji asal RI.

“Kita awali dengan istitaah kesehatan yang benar-benar serius di awal sebelum pelunasan dan kemudian sebelum pemberangkatan kita periksa lagi dan alhamdulillah bisa menekan jumlah kematian walaupun itu belum memuaskan,” ucap dia.

Selain menaruh perhatian pada aspek kesehatan jemaah haji, Gus Irfan menyampaikan pemerintah terus berupaya mempersingkat antrean keberangkatan jemaah haji RI.

Ia menyebut saat ini antrean paling lama bagi jemaah haji adalah 26 tahun. Namun, Gus Irfan mengatakan pada hari ini rata-rata waktu tunggu itu berkisar 13-14 tahun.

“Mudah-mudahan nanti tahun depan bisa kita lebih perpendek lagi,” ucapnya.

Pada Rabu (17/6), Prabowo menerima Tim Pengawas Haji 2026. Turut hadir Wakil Ketua DPR Cucun Sjamsurijal dan Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang.

Selain itu, hadir juga Menteri Haji dan Umrah M Irfan Yusuf alias Gus Irfan dan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak. Lalu Mensesneg Prasetyo Hadi. (red)