Daerah  

Potensi Jasa Teknisi AC di Obi Terbuka, Harita Nickel Siapkan Talenta Lokal Lewat Pelita

Para Pemuda Obi siap Menimba Ilmu di BPVP Ternate.

NUANSA, TERNATE – Di tengah pertumbuhan kawasan industri dan permukiman yang terus berkembang di Pulau Obi, kebutuhan terhadap layanan teknis rumah tangga dan perkantoran ikut meningkat, termasuk pada sektor tata udara. Melihat peluang tersebut, Harita Nickel bersama pemerintah menghadirkan program pelatihan Pelita Batch V Teknisi AC Residensial sebagai langkah memperkuat kapasitas pemuda lokal sekaligus membuka ruang kewirausahaan baru di wilayah lingkar tambang.

Sebanyak 16 pemuda terpilih dari berbagai desa di Pulau Obi resmi mengikuti pelatihan yang berlangsung selama 33 hari, terhitung sejak 29 Juni hingga 31 Juli 2026, di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate.

Program ini dibuka secara resmi dan dihadiri Kepala BPVP Ternate Abdul Azis, Kepala Disnakertrans Provinsi Maluku Utara Marwan Polisiri, Kepala Disnakertrans Kabupaten Halmahera Selatan Daud Djubedi, serta perwakilan manajemen Harita Nickel.

Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan aplikatif, di mana 80 persen materi difokuskan pada praktik langsung dan 20 persen teori. Para peserta dibekali kompetensi teknis yang tidak hanya relevan untuk kebutuhan industri jasa, tetapi juga berpotensi menjadi bekal membangun usaha mandiri di daerah.

Materi yang dipelajari mencakup penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3-LH) sebagai fondasi layanan profesional, komunikasi dan kerja sama dalam lingkungan kerja, persiapan alat dan material, penggunaan alat ukur refrigerasi, teknik perbaikan komponen elektrik dan mekanik, hingga prosedur pemeliharaan unit AC indoor dan outdoor sesuai standar teknis.

Kepala BPVP Ternate, Abdul Azis, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang dibangun Harita Nickel bersama pemerintah dalam memperkuat pengembangan keterampilan masyarakat.

“Program seperti ini penting karena membantu menyiapkan tenaga kerja yang punya keterampilan sekaligus kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja dan usaha,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Disnakertrans Halmahera Selatan, Daud Djubedi, menilai pelatihan teknisi AC residensial memiliki prospek yang menjanjikan, terutama seiring meningkatnya penggunaan AC di rumah tangga, fasilitas publik, hingga kawasan usaha di Pulau Obi.

Menurutnya, kebutuhan terhadap teknisi yang andal masih cukup tinggi, sementara jumlah tenaga lokal dengan kompetensi tersebut masih terbatas.

“Jangan hanya mengejar sertifikat. Yang paling penting adalah bagaimana ilmu ini benar-benar dikuasai dan bisa menjadi modal untuk masa depan,” kata Daud.

Bagi Harita Nickel, pengembangan masyarakat tidak berhenti pada bantuan jangka pendek, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas yang mampu tumbuh menjadi fondasi ekonomi lokal yang lebih mandiri.

CSR Program Development and Compliance Manager Harita Nickel, M. Yuda Pranata, mengatakan program Pelita dirancang untuk membangun keterampilan yang memiliki nilai ekonomi nyata dan dapat langsung diterapkan di masyarakat.

“Harapannya setelah pelatihan ini selesai, peserta tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga keberanian untuk membuka usaha sendiri, menjawab kebutuhan pasar lokal, bahkan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.

Di Pulau Obi, kebutuhan jasa teknisi AC diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya hunian, fasilitas umum, dan aktivitas ekonomi kawasan. Dengan hadirnya tenaga teknis lokal yang terampil, kebutuhan tersebut dapat dijawab lebih cepat, lebih efisien, sekaligus menjaga agar nilai ekonomi dari jasa teknis tetap berputar di tingkat lokal.

Melalui Pelita Batch V, Harita Nickel dan pemerintah mendorong agar pengembangan keterampilan di lingkar tambang tidak hanya menjadi program pelatihan semata, tetapi menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di tengah transformasi kawasan Pulau Obi.

Program PELITA merupakan bagian dari upaya Harita Nickel dalam memperkuat kompetensi masyarakat secara bertahap. Sebelumnya, PELITA telah menghadirkan berbagai pelatihan, mulai dari operator alat berat, overhead crane, hingga bahasa asing. Melalui program ini, Harita Nickel bersama pemerintah mendorong pengembangan keterampilan sebagai bekal untuk memperkuat kemandirian dan daya saing masyarakat di Pulau Obi. (red)