Polmas  

PKS Malut Perkuat Militansi-Fisik Kader Lewat Kembara, Siapkan Konsolidasi Menuju 2029

TERNATE, NUANSA – DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku Utara memperkuat militansi, ketahanan fisik, dan soliditas struktur kader melalui kegiatan pembinaan yang dikemas dalam program Kemah Bela Negara (Kembara). Kegiatan ini digelar pada 23-25 Oktober 2026.

Kegiatan Kembara diikuti 120 peserta seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara, termasuk pejabat publik PKS seperti bupati, anggota DPR RI, empat anggota DPRD provinsi dan 12 anggota DPRD kabupaten/kota. Ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi internal partai sekaligus mempersiapkan kader menghadapi tahapan politik menuju 2029.

Sekretaris DPW PKS Maluku Utara, Sudarno Taher, mengatakan kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari program sebelumnya yang juga melibatkan kader perempuan PKS pada 17 Oktober 2026. Berbeda dengan kegiatan untuk kader perempuan yang berlangsung satu hari, kegiatan kali ini dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai agenda pembinaan.

Ia mengatakan, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS telah menetapkan tahapan kerja partai, yakni konsolidasi internal pada 2025, ekspansi atau mobilisasi pada 2027–2028, dan fase elektoral pada 2029.

Menurutnya, tahun 2026 menjadi momentum bagi struktur PKS untuk memperkuat konsolidasi dan meningkatkan semangat kader melalui berbagai kegiatan organisasi.

“Modal kemenangan PKS itu ada tiga, yakni militansi kader, soliditas seluruh struktur, dan amal jamai atau kerja bersama,” ujar Sudarno.

Melalui kegiatan ini, ia berharap para kader yang berasal dari dewan pengurus daerah (DPD), dewan pengurus cabang (DPC), hingga anggota legislatif dapat semakin solid dan memiliki kesiapan untuk menjalankan tahapan kerja partai sesuai arahan DPP PKS.

Sementara itu, Ketua Kepanduan Bela Negara, Sardan Hamja, menambahkan kegiatan selama tiga hari tersebut diisi dengan latihan fisik, outbound berintensitas ringan, olahraga, serta penguatan materi wawasan bela negara.

“Penguatan fisik menjadi salah satu perhatian utama agar kader memiliki ketahanan dan kesiapan dalam menjalankan amanah organisasi,” ujarnya.

Melalui program ini, PKS berharap konsolidasi internal tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga membangun kedisiplinan, militansi, dan semangat kerja kolektif kader dalam menghadapi agenda politik mendatang. (udi/tan)