TOBELO, NUANSA – Wakil Bupati Halmahera Utara, Kasman Hi Ahmad, bersama Direktur Sungai dan Pantai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Maksai Saputra meninjau langsung kondisi jembatan Kali Aru di Kecamatan Galela Utara yang terputus akibat banjir beberapa waktu lalu.
Peninjauan lapangan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas PU Kabupaten Halmahera Utara, serta Ketua Komisi II DPRD Maluku Utara, Aksandri Kitong.
Putusnya jembatan Kali Aru mengakibatkan terganggunya akses transportasi utama yang menghubungkan wilayah selatan Halmahera Utara dengan Kecamatan Loloda dan sekitarnya. Kondisi ini berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi warga.
Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad mengatakan, kehadiran pemerintah pusat dan daerah di lokasi merupakan bentuk komitmen untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana.
“Saat ini kami berada langsung di sekitar Sungai Aru bersama Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PU serta Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku Utara untuk memantau kondisi jembatan secara langsung. Kami berharap penanganannya dapat dilakukan secepat mungkin agar akses yang terputus segera terhubung kembali,” ujar Kasman.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Kasman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian PU dan seluruh pihak terkait atas respons cepat dan perhatian yang diberikan.
“Kami mengapresiasi atensi yang begitu cepat dari pemerintah pusat. Dengan kolaborasi dan tanggung jawab bersama, kami optimistis penanganan jembatan Kali Aru dapat berjalan lebih cepat dan maksimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kasman mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penuh proses penanganan yang akan dilakukan oleh pemerintah melalui dinas teknis.
“Kami mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat dan mengimbau agar tidak menghambat proses penanganan yang sedang berjalan, demi percepatan penyelesaian dan kepentingan bersama,” pungkasnya.
Pemerintah daerah bersama Kementerian PU akan melakukan penanganan darurat sebagai langkah awal, sembari menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang untuk memastikan konektivitas wilayah kembali pulih dan kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang. (fnc/tan)
