Daerah  

Jepang dan UNDP Kembangkan Sektor Perikanan di Morotai Lewat Proyek seaBLUE

DARUBA, NUANSA – Pemerintah Jepang dan United Nations Development Program (UNDP) melakukan kunjungan di Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (4/3). Kunjungan tersebut dalam rangka implementasi proyek seaBLUE di Pulau Morotai.

Kegiatan ini dihadiri oleh Konselor Ekonomi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Reiko Kamigaki, Residen Representative UNDP Sara Ferrer Olievella, serta Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Yayan Hikmayani.

Proyek seaBLUE ini merupakan program kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), UNDP dan Pemerintah Jepang dalam rangka pemberdayaan masyarakat nelayan melalui ekonomi biru yang berkelanjutan.

seaBLUE ini juga memperkenalkan teknologi ramah lingkung dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi perikanan, seperti kapal listrik dan mesin pendingin bertenaga surya. Hanya Pulau Morotai, Maluku Utara dan Kepulauan Tanimbar, Maluku, yang menjadi fokus pengembangan proyek tersebut.

Sekretaris Daerah Pulau Morotai, M Umar Ali, saat membacakan sambutan bupati Rusli Sibua, menyampaikan bahwa program ini sangat relevan dengan karakteristik Morotai yang memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar dengan mayoritas masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan tangkap skala kecil.

“Oleh sebab itu, kami memandang bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemerintah Jepang, serta mitra pembangunan seperti UNDP adalah contoh nyata kemitraan global yang memberikan dampak langsung di tingkat lokal,” ujar Umar.

Pihaknya berharap, melalui kunjungan ini dapat diperoleh gambaran komprehensif mengenai capaian, tantangan, serta peluang pengembangan program ke depan. Selain itu, Pemkab Morotai juga berkomitmen memberikan dukungan terhadap seluruh rangkaian kegiatan ini.

“Kami meyakini bahwa dukungan dan sinergi yang kuat akan memastikan keberlanjutan program serta memperluas manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Umar.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada fase implementasi saat ini, tetapi dapat terus berkembang dalam bentuk penguatan investasi hijau, peningkatan teknologi perikanan berkelanjutan, serta pengembangan rantai nilai perikanan yang lebih kompetitif dan inklusif,” sambungnya.

Di kesempatan yang sama, Konselor Ekonomi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Reiko Kamigaki, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak sehingga proyek seaBLUE di Morotai berjalan dengan baik.

“Program seaBLUE ini pada dasarnya adalah suatu program yang dikembangkan untuk membantu para nelayan dalam memanfaatkan semua fasilitas yang sifatnya ramah lingkungan. Tentunya ini merupakan kerja sama yang signifikan antara kedua negara baik itu Jepang maupun Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, program ini sebetulnya ditujukan untuk membantu masyarakat di pulau-pulau terujung Indonesia. Selain itu, juga memberikan fasilitas kepada para nelayan dan berupaya memanfaatkan pasar perikanan yang ada di Pulau Morotai.

“Karena ada beberapa program yang didukung oleh hibah dari pemerintah Jepang dan program bersama UNDP, maka baik itu dari sisi penangkapan ikan dan peningkatan kapasitas sampai pembangunan infrastruktur, ini tentunya membantu sinergi antara kedua belah pihak. Program seaBLUE ini merupakan program yang sangat vital bagi pemberdayaan nelayan lokal di daerah ini,” pungkasnya. (ula/tan)