SOFIFI, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyiapkan 100 ekor hewan kurban jenis sapi yang akan disembelih pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Pembagian 100 ekor sapi kurban oleh Gubernur Sherly Tjoanda ini masuk dalam program Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi Maluku. Terlebih ini mendekati hari raya Iduladha, yang identiknya pemotongan hewan kurban.
“Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha, Pemprov Maluku Utara telah menyiapkan beberapa langkah taktis,” ucap Sherly, Minggu (17/5).
Sherly juga menyoroti ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan luar daerah, di mana 80 persen beras masih didatangkan dari luar. Ditambah belum adanya produksi mandiri untuk ayam potong dan telur.
Lalu Pemerintah Provinsi Maluku Utara tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa investor untuk pengembangan lahan peternakan seluas 5-10 hektare.
Targetnya, dikatakan pada tahun 2026, Maluku Utara bisa memiliki peternakan ayam petelur sendiri untuk memangkas selisih harga telur yang saat ini mencapai 50 persen lebih mahal, dibandingkan harga di Pulau Jawa dan Sulawesi.
“Kami juga sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan pemenuhan kuota stok Minyakita yang seharusnya 600 ribu liter, namun saat ini baru tersedia 100 ribu liter di gudang,” katanya.
Selain itu, dalam Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha, Pemprov Maluku Utara telah menyiapkan beberapa langkah seperti:
Pertama, Gerakan Pangan Murah (GPM) akan dilaksanakan secara rutin di 10 kabupaten/kota untuk komoditas beras, bawang, cabai, dan tomat.
Kedua, Distribusi Hewan Kurban, Pemprov Malut telah menganggarkan 100 ekor sapi untuk didistribusikan secara proporsional ke seluruh kabupaten/kota.
Ketiga, Peningkatan Produksi Pertanian, melalui bantuan Kementerian Pertanian, Maluku Utara mendapatkan kuota cetak sawah baru seluas 10.000 hektare dan aktivasi kembali sawah seluas 4.600 hektar di Halmahera Utara dan Halmahera Timur.
Keempat, Infrastruktur Logistik, Bulog RI telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan 6 titik gudang baru di Maluku Utara guna memperkuat stok logistik daerah.
Sehubungan dengan ekonomi, Gubernur Sherly memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan atas kolaborasi yang solid.
Menurutnya, capaian positif di mana angka inflasi Maluku Utara yang sempat menyentuh angka 5 persen pada Maret (menjelang Ramadan), kini telah berhasil ditekan secara signifikan berkat kerja sama.
“Per Mei 2026, inflasi year on year (y-on-y) kita berada di angka 2,03% dan year to tame (y-on-t) di angka 2,59%. Angka ini sudah berada di bawah standar nasional. Ini adalah hasil kerja keras seluruh stakeholder dalam menjaga stabilitas harga di Maluku Utara,” ujar Sherly.
Sekalipun inflasi terkendali, Gubernur menyoroti ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan luar daerah. Sejauh ini 80 persen beras masih didatangkan dari luar, serta belum adanya produksi mandiri untuk ayam potong dan telur. (tan)










