SOFIFI, NUANSA – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur, Rabu (20/5).
Hari Kebangkitan Nasional merupakan momen bersejarah yang menandai bangkitnya persatuan dan perjuangan bangsa Indonesia. Upacara yang berlangsung dengan khidmat itu turut dihadiri oleh jajaran pimpinan OPD dan diikuti oleh seluruh ASN lingkup Pemprov Malut, perwakilan mahasiswa dan pelajar, pasukan gabungan, dan lain sebagainya.
Pada kesempatan tersebut, Samsuddin membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Ia mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional adalah sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
“Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan,” ujar Samsuddin.
Peringatan 118 Tahun Kebangkitan Nasional tahun ini mengambil tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema ini sejalan dengan filosofi identitas yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan para tunas bangsa.
Lebih lanjut, Samsuddin menambahkan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi Kebangkitan Nasional diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat.
“Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, CKG dan Koperasi Merah Putih menjadi misi besar yang harus dicapai bersama,” katanya dengan nada optimis.
Diketahui, melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional, pemerintah telah memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Peraturan ini sejalan dengan upaya pembangunan kualitas manusia dalam perlindungan generasi muda di ruang digital.
Sebelum menutup rangkaian pidato, Sekprov mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api “Boedi Oetomo” dalam setiap lini kehidupan.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama,” pungkasnya.
Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni mengenang masa lalu, lebih dari itu filosofi Harkitnas menekankan pada kemandirian strategis dan persatuan kolektif. Sebagaimana amanat yang tersirat dalam cita-cita para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar. (tan)










