google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RSUD Chasan Boesoirie Sukses Lakukan Tindakan Aneurisma Otak Pertama di Malut 

TERNATE, NUANSA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate berhasil mencetak sejarah baru dalam dunia medis di Provinsi Maluku Utara. Berkolaborasi dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, RSUD Chasan Boesoirie sukses melaksanakan tindakan intervensi Coiling Aneurisma perdana di Maluku Utara, Rabu (4/11).

Langkah revolusioner ini merupakan bagian dari program jejaring pengampuan layanan stroke nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan RI. Program ini bertujuan memperluas akses penanganan medis tingkat tinggi bagi masyarakat di daerah.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroon, menjelaskan bahwa lewat program ini, RSUD Chasan Boesoirie diampuh langsung oleh RSPON dr. Mahar Mardjono untuk layanan stroke, sementara untuk layanan jantung diampuh oleh RS Jantung Harapan Kita Jakarta.

“Hari ini, tim ahli dari RSPON melakukan proctoring (pendampingan) tindakan coiling aneurisma perdana di Maluku Utara. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas program ini karena manfaatnya luar biasa bagi masyarakat. Selama ini, kasus-kasus kelainan pembuluh darah otak seperti ini harus dirujuk ke luar daerah. Mulai hari ini, proses itu sudah bisa ditangani di sini,” ujar dr. Julys.

Melalui tindakan perdana ini, status pelayanan stroke di RSUD Chasan Boesoirie ditargetkan segera naik kelas dari posisi Utama menuju tingkat Paripurna. Seluruh persyaratan ketat mutakhir kini telah dipenuhi, mulai dari ketersediaan fasilitas sarana dan alat kesehatan canggih (Cathlab), hingga kesiapan tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis serta konsultan/subspesialis berkompeten.

Dalam sistem pengampuan nasional, RSUD Chasan Boesoirie memegang peran ganda strategis, yakni:

• Sebagai rumah sakit yang diampu, menerima transfer teknologi, ilmu, dan pendampingan langsung dari rumah sakit rujukan nasional (RSPON) untuk menangani penyakit dengan tingkat kesulitan tinggi.

• Sebagai rumah sakit pengampu wilayah regional, bertindak sebagai pusat pembina dan rujukan utama yang membawahi serta membina 10 RSUD kabupaten/kota di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara.

Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, menambahkan bahwa RSPON Dr. Mahar Mardjono menerjunkan 6 orang tim ahli untuk mendampingi langsung dokter spesialis bedah saraf dan dokter spesialis saraf internal RSUD Chasan Boesoirie.

“Pendampingan ini bertujuan agar ke depan, tenaga medis kami dapat melakukan intervensi tindakan secara mandiri. Jika nanti ada kasus pembuluh darah otak yang tersumbat atau pecah, tidak perlu ada lagi rujukan ke luar Maluku Utara. Kami juga tengah mengajukan proses perizinan ke BPJS Kesehatan agar layanan canggih ini dapat sepenuhnya dibiayai dan diakses secara gratis oleh masyarakat peserta jaminan,” ungkap dr. Rosita.

Metode Coiling Aneurisma yang diterapkan ini memiliki keunggulan medis yang jauh lebih tinggi dibandingkan operasi bedah terbuka (clipping) konvensional yang mengharuskan pembukaan tulang tengkorak. Metode intervensi ini bersifat minim sayatan karena hanya membutuhkan luka kecil di area paha atau tangan sebagai jalur masuk kateter ke pembuluh darah otak. Pasien akan merasakan rasa sakit yang minim karena tidak ada jaringan kepala atau otak yang disayat, sehingga proses pemulihan berjalan sangat cepat dalam hitungan hari hingga minggu.

Perwakilan tim ahli RSPON, dr. Riki, menyampaikan bahwa tindakan coiling dilakukan dengan menutup benjolan di dalam pembuluh darah untuk menekan risiko pecah akibat tekanan darah mendadak yang memicu stroke.

“Untuk kasus kompleks yang kita tangani hari ini adalah kasus pecah pembuluh darah di otak pasien laki-laki berusia 54 tahun dengan keluhan nyeri kepala hebat sebelumnya. Solusi yang diberikan adalah tindakan coiling yang dikombinasikan dengan pemasangan stent untuk menstabilkan pembuluh darah. Alhamdulillah, tindakan berjalan lancar dan perawatan selanjutnya akan dipantau secara berkala di RSUD,” jelas dr. Riki.

Dirinya juga mengapresiasi jajaran dokter RSUD Chasan Boesoirie atas keberhasilan bersejarah melakukan tindakan ini secara mandiri.

Tim dokter RSUD Chasan Boesoirie turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran tindakan perdana ini. Melalui teknik pengumpulan pembuluh darah yang memanfaatkan jalur dari sela lipat paha, tim medis berhasil memaksimalkan penggunaan alat-alat canggih yang tersedia di rumah sakit dengan bimbingan dari tim RSPON.

Melalui peluncuran tindakan perdana ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen penuh untuk terus memperkuat fasilitas kesehatan lokal demi memangkas jarak pelayanan, menekan angka kematian serta kecacatan akibat stroke, dan mewujudkan keadilan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat Maluku Utara. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version