DARUBA, NUANSA – Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri sepenuhnya dan tetap menjaga suasana kondusif dalam menyikapi dinamika konflik yang terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah. Bupati Rusli meminta agar ketenangan dan akal sehat harus diutamakan agar stabilitas di Maluku Utara dan terutama di Pulau Morotai tetap terjaga dengan baik.
Rusli menekankan bahwa persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di Morotai adalah harga mati yang tidak boleh goyah oleh situasi apapun. Ia meminta masyarakat untuk menutup telinga dari segala bentuk provokasi atau informasi yang sengaja disebar untuk memecah belah kehidupan dan kerukunan beragama.
“Saya meminta seluruh masyarakat Morotai agar tidak terpancing. Jaga kerukunan kita, jaga kedamaian kita. Jangan biarkan isu-isu yang tidak bertanggung jawab merusak ikatan persaudaraan yang sudah lama kita bangun di tanah ini,” ujar Rusli, Jumat (3/4).
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga memberikan instruksi langsung dan mendesak kepada seluruh camat serta kepala desa untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing. Seluruh pihak diminta untuk memantau secara ketat setiap aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu perpecahan atau gesekan antarpihak. Aparatur di tingkat kecamatan dan desa wajib hadir sebagai penengah dan penyejuk, memastikan tidak ada ruang bagi oknum mana pun untuk menyebarkan narasi kebencian atau sentimen agama.
Rusli juga mengajak seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bersinergi dalam membentengi warga dari pengaruh negatif konflik luar daerah. Ia berharap, kedewasaan masyarakat Morotai dalam beragama dan berbangsa tetap menjadi contoh nyata, sehingga kondisi kamtibmas tetap aman dan harmonis.
“Keamanan Morotai adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita tunjukkan bahwa kita tidak mudah diadu domba dan tetap bersatu demi masa depan daerah yang kita cintai ini,” pungkas Rusli. (ula/tan)












