Oleh: H. Irwan Tamsoa
Imam Besar Masjid Raya Shaffulkhairaat, Sofifi
____________________________
PELAKSANAAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 di Aula Masjid Raya Shafful Khairaat Sofifi, memberikan pesan yang kuat bahwa hakikat MTQ bukan semata-mata menghadirkan kemegahan seremoni, melainkan menghidupkan kembali nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan umat.
Keputusan menjadikan lingkungan masjid sebagai pusat pelaksanaan merupakan refleksi atas upaya mengembalikan ruh Al-Qur’an ke rumah Allah. Di tempat yang setiap hari menjadi pusat ibadah, lantunan ayat-ayat suci terdengar lebih bermakna karena kembali pada ruang yang sejak awal menjadi tempat Al-Qur’an diajarkan, dipelajari, dihafalkan, dan diamalkan.
Masjid dalam sejarah Islam tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan umat, dakwah, musyawarah, dan penguatan peradaban. Oleh karena itu, penyelenggaraan MTQ di Masjid Raya Shafful Khairaat menjadi bentuk optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat syiar Islam sekaligus pusat pembinaan generasi Qur’ani.
Penutupan MTQ yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, berlangsung meriah namun tetap khidmat.
Kehadiran unsur pemerintah, tokoh agama, kafilah, dan masyarakat menunjukkan bahwa suasana kebersamaan dapat tetap terbangun tanpa harus mengedepankan kemewahan yang berlebihan.
Kemeriahan lahir dari antusiasme masyarakat, sedangkan kekhidmatan tercermin dari penghormatan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an dan kesucian masjid.
Pelaksanaan MTQ tahun ini juga mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak selalu diukur dari besarnya panggung atau luasnya arena, melainkan dari sejauh mana tujuan utama dapat diwujudkan.
Ketika peserta melantunkan ayat-ayat suci di dalam masjid, masyarakat menyaksikan syiar Islam secara langsung di rumah Allah, sehingga pesan spiritual MTQ menjadi lebih terasa.
Pada akhirnya, MTQ XXXI Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 menghadirkan sebuah refleksi penting: esensi harus ditempatkan di atas eksistensi. Yang paling utama bukan bagaimana MTQ terlihat megah, tetapi bagaimana Al-Qur’an benar-benar hidup di tengah masyarakat, kembali bergema di masjid, dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Aula Masjid Raya Shafful Khairaat Sofifi, MTQ mengirimkan pesan bahwa syiar Al-Qur’an akan semakin kuat ketika kembali berakar pada tempat yang paling mulia, yaitu masjid.
Teruslah berprestasi, teruslah menginspirasi, dan jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup menuju Maluku Utara yang religius, maju, dan sejahtera. (*)












