google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Daerah  

Sinergi Apik Pemda Halut dan NHM Berbuah Manis, Budidaya Ikan Nila Sukses

TOBELO, NUANSA – Program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui NHM Peduli mulai menunjukkan hasil nyata. Budidaya ikan nila dengan sistem bioflok di Perikanan Modern Sadaka Farm, Desa Soahukum, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, berhasil menghasilkan panen perdana sebanyak 2 ton ikan nila.

Panen raya perdana tersebut berlangsung pada Selasa, 1 September 2026. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, bersama jajaran pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pengurus BUMDes, kelompok pembudidaya, serta masyarakat setempat.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sadaka Farm dikelola BUMDesa Toluaes sebagai bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) NHM. Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Halmahera Utara, Kasman Hi. Ahmad, memberikan apresiasi terhadap dukungan NHM melalui program NHM Peduli. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta merupakan model yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

“Kami sangat bersyukur dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen luar biasa PT NHM melalui program NHM Peduli. Sinergitas ini sangat luar biasa, di mana hampir separuh dari tanggung jawab pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat Halmahera Utara telah terbantu dan dilaksanakan secara nyata oleh program NHM Peduli,” ujar Kasman.

Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dan sektor swasta dapat berjalan bersama dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Camat Kao Barat, Abihud Jawali, mengatakan panen raya tersebut menjadi bukti konkret pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis masyarakat.

“Panen raya ini adalah langkah nyata bagaimana kita melaksanakan program ketahanan pangan, dalam hal ini Asta Cita yang kedua. Saya berharap BUMDes Desa Soahukum benar-benar memaksimalkan usaha ini agar bisa berimbas ke desa-desa yang lain,” katanya.

Abihud juga menyampaikan terima kasih kepada NHM atas fasilitas dan pendampingan yang diberikan kepada kelompok pembudidaya.

Kepala Desa Soahukum, Remer Hein Sinyiang, turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, NHM, BUMDes, dan masyarakat. Ia berharap usaha tersebut terus dikembangkan sehingga mampu menjadikan Desa Soahukum sebagai desa yang produktif dan mandiri.

Sementara itu, Kepala Divisi Yayasan NHM Peduli, M. Irwan Malaka, mengatakan keberhasilan panen tersebut menjadi bukti bahwa program pemberdayaan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami di NHM Peduli merasa sangat berbahagia menyaksikan dampak nyata dari program pemberdayaan melalui BUMDes Sadaka Farm di Desa Soahukum. Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari berjalan baiknya kolaborasi tripartit antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ungkap Irwan.

Dampak program tersebut mulai meluas. Sekitar 15 hingga 20 warga Desa Soahukum disebut telah mereplikasi secara mandiri budidaya ikan air tawar sistem bioflok di rumah masing-masing.

Ketertarikan terhadap model budidaya ini juga mulai muncul dari desa-desa lain di Kecamatan Kao Barat hingga kecamatan tetangga. Model tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha keluarga sekaligus sumber pendapatan baru masyarakat.

Keberhasilan panen 2 ton ikan nila di Sadaka Farm pun menjadi contoh bahwa pemanfaatan potensi lokal, dukungan teknologi budidaya, dan kolaborasi pemerintah, masyarakat, serta dunia usaha dapat membuka ruang bagi tumbuhnya ekonomi produktif di tingkat desa. (ask)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version