JAKARTA, NUANSA — Dari Pulau Hiri, Kota Ternate, Minyak Cengkeh Hiri yang dikembangkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Buku Manyeku mendapat kesempatan untuk diperkenalkan di Jakarta. Kesempatan ini menjadi pengalaman penting bagi Junaidi Dahlan untuk membawa potensi produk masyarakat Maluku Utara ke ruang promosi yang lebih luas.
Produk tersebut hadir dalam Tjipta UMKM Fair yang dilaksanakan pada 3–4 September di Jakarta, sebuah arena yang mempertemukan pelaku usaha dengan ruang promosi, jejaring, dan peluang pasar yang lebih luas.
Junaidi menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang telah memberikan fasilitas sehingga produk KTH Buku Manyeku dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, kesempatan memperkenalkan Minyak Cengkeh Hiri di luar daerah menjadi kebanggaan sekaligus langkah penting dalam memperkenalkan potensi produk unggulan Maluku Utara.
“Kesempatan ini menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus langkah penting dalam mempertahankan potensi dan produk unggulan Provinsi Maluku Utara,” ujar Junaidi.
Membuka Jalan Produk Hiri ke Pasar Lebih Luas
Bagi KTH Buku Manyeku, keikutsertaan dalam Tjipta UMKM Fair bukan sekadar kesempatan memamerkan produk. Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan Minyak Cengkeh Hiri kepada pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang membangun jejaring di luar Maluku Utara.
Tjipta UMKM Fair yang digelar melalui Tjipta Foundation/Sinar Mas menjadi ruang pertemuan pelaku UMKM dengan dunia usaha dan jejaring pasar. Kehadiran berbagai pelaku usaha dalam kegiatan ini memberikan kesempatan bagi produk lokal untuk memperoleh pengalaman, memperluas relasi, sekaligus melihat peluang pengembangan pasar di tingkat nasional.
Kesempatan tersebut tidak terlepas dari peran Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam memfasilitasi promosi produk daerah. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka akses pasar dan mempertemukan pelaku usaha lokal dengan ruang promosi yang lebih luas.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda untuk terus mendorong UMKM dan produk lokal agar berkembang, berkelanjutan, serta memiliki daya jangkau pasar yang semakin luas.
Junaidi berharap, kesempatan promosi seperti ini dapat terus diberikan kepada pelaku UMKM dan kelompok usaha masyarakat di Maluku Utara.
“Kami berharap ke depan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dapat terus mendukung UMKM dan produk lokal agar semakin maju dan berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap, semakin banyak produk masyarakat Maluku Utara memperoleh peluang untuk berkembang, dipromosikan, dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Bagi Junaidi, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal merupakan kekuatan penting untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah.
“Kami percaya, dengan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal, dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, sehingga nama Maluku Utara semakin dikenal,” ujarnya.
Dari Pulau Hiri ke Jakarta, Minyak Cengkeh Hiri KTH Buku Manyeku kini mendapat ruang untuk dikenal lebih luas. Bagi pemerintah daerah, kesempatan semacam ini menjadi bagian dari upaya membawa produk-produk masyarakat Maluku Utara keluar dari daerah asalnya dan membuka jalan menuju pasar nasional, bahkan peluang pasar internasional. (tan)
